BeritaUNIVERSITAS PALANGKA RAYA

Disorot Soal Preferensi Lokal, In-depth Politics Luruskan Survei Rektor UPR

PALANGKA RAYA, kalteng.co – Belum lama ini, Tim Survei In-depth Politics, merilis hasil survei preferensi mahasiswa terhadap figur rektor Universitas Palangka Raya (UPR) ke depan. In-depth Politics memandang sangat penting untuk meluruskan terkait poin pertanyaan yang menjadi sorotan terutama tentang preferensi lokal daerah. Mengenai hal ini tim menegaskan sepenuhnya adalah kerangka akademik, tidak untuk membangun narasi identitas.

“Ada salah satu poin pertanyaan pada P2C. Apakah Anda lebih setuju memilih figur Rektor yang berasal dari lokal daerah? Bahwa menurut pendapat In-depth Politics, pertanyaan ini memiliki urgensi akademik yang baik untuk dimunculkan, mengingat potensi kepemimpinan yang berasal dari daerah tidak dapat diabaikan,” kata Tim Survei In Depth Politics, Roby Krystianto, Senin (27/3/2026).

Hal itu mengingat ketentuan pada Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri, yang memberikan ruang hadirnya figur dari Perguruan Tinggi lain dari luar Kampus maupun luar daerah yang dapat mengikuti proses pemilihan.

“Dalam hal ini In-depth Politics bermaksud mencoba melihat bagaimana preferensi responden dalam hal dimaksud. Terhadap hasil persentase temuan, In-depth Politics memandang bahwa jawaban responden sangat mungkin dipengaruhi oleh karakteristik sampel yang heterogen di lingkungan kampus. Oleh karena itu, hasil tersebut harus dipahami sebagai potret preferensi pada saat survei dilakukan, dan tetap terbuka untuk pendalaman lebih,” ujarnya.

Ia pun menegaskan, pada survei In-depth Politics, tidak pernah terdapat pernyataan, baik secara tertulis maupun lisan, yang mengarah pada penilaian atau pengelompokan berdasarkan asal kesukuan maupun identitas tertentu. Survei ini sepenuhnya berada dalam kerangka akademik dan tidak dimaksudkan untuk membangun narasi identitas.

“Hasil temuan merupakan data empiris responden (saat survei dilaksanakan), dan sama sekali tidak dimaksudkan untuk mendiskreditkan identitas, asal daerah, maupun kelompok tertentu yang berada di daerah secara umumnya, dan lingkungan Kampus khususnya. Hasil temuan disampaikan dengan sebenar-benarnya, sebagai bentuk informasi yang dapat diberikan,” ucapnya.

Ia pun menyampaikan, bahwa sebagai lembaga survei didaerah, In-depth Politics memiliki keinginan untuk dapat berkontribusi dalam memberikan sajian data mengenai Preferensi Mahasiswa terhadap Figur Rektor Universitas Palangka Raya, dengan bentuk kontribusi data terkait harapan, kebutuhan, dan pandangan mahasiswa mengenai sosok figur rektor kedepan, tanpa memiliki tujuan kepentingan dan agenda apapun.

“Survei ini murni dilaksanakan secara mandiri tanpa terikat kepada satu atau lebih pihak lainnya, didasari atas keinginan sebagai lembaga survei di daerah, untuk berkontribusi nyata dari yang bisa dilakukan, untuk memberikan sajian data yang bermanfaat menjadi bahan masukan atau pertimbangan strategis kedepan bagi para pengambil keputusan dan bagi siapa yang membacanya,” katanya.

In-depth Politics juga sebagai lembaga konsultan politik profesional dan independen, sangat menerima dan menyambut baik serta menghormati atas segala bentuk perbedaan penerimaan dan pandangan yang sangat mungkin terjadi atas hasil sebuah survei preferensi.

“Sebagaimana disampaikan sebelumnya, bahwa kegiatan survei ini didasari bahwa In-depth Politics memiliki keinginan untuk dapat memberikan kontribusi dalam sajian data mengenai Preferensi Mahasiswa terhadap Figur Rektor Universitas Palangka Raya, dengan bentuk kontribusi data terkait harapan, kebutuhan, dan pandangan responden mengenai sosok figur Rektor kedepan, tanpa memiliki tujuan kepentingan dan agenda tertentu,” tegasnya.

“Sebuah hasil survei preferensi sangat bersifat bebas nilai, bahwa perbedaan penerimaan dan pandangan sangat memungkinkan terjadi, mengingat survei dibatasai pada karakteristik sampel yang dapat terlacak, dan serta batasan waktu saat survei dilaksanakan,” imbuhnya.

Secara keseluruhan, In-depth Politics memiliki tujuan yang positif dengan memberikan kontribusi sajian data hasil, setidaknya berkaitan pada empat hal. Pertama, untuk membaca dan mengetahui apa saja aspirasi dan keinginan mahasiswa sebagai pertimbangan bagi para figur calon Rektor kedepan dalam menentukan visi dan misi dalam kepemimpinan. Kedua, untuk membaca peluang dan tantangan bagi para figur calon Rektor kedepan. Ketiga, untuk memberi masukan kepada para pemilik suara dalam membentuk rasionalitas dan mendorong lahirnya pemimpin berkualitas. Keempat, untuk menguatkan ruang konsolidasi demokrasi kampus dan ruang kompetisi ide/gagasan dan kinerja.

“Hasil ini merupakan preferensi pada saat survei dilaksanakan. Mengingat tahap pelaksanaan pemilihan masih cukup waktu hingga waktu pemilihan dilakukan, sangat memungkinkan terjadi berbagai dinamika dan momentum yang berpotensi mengubah preferensi responden ke depan,” ungkapnya.

“Kami menyadari terdapat banyak kekurangan dalam sajian data maupun penyampaian hasil, tentu dalam hal ini kami menyampaikan maaf atas segala kekurangan tersebut,” tandasnya.

Mengenai survei yang dilaksanakan pada 8-14 Maret 2026 ini, dilakukan dengan metode, terhadap populasi Mahasiswa di Universitas Palangka Raya yang berada di Fakultas yang berbeda. Proses pengumpulan data berlangsung selama satu minggu, tepatnya pada periode 8-14 Maret 2026, dengan menggunakan platform digital berupa Google Forms.

Dalam menentukan jumlah sampel, lanjutnya, diterapkan Metode Slovin yang menghasilkan total 1.035 responden dari jumlah total populasi. Teknik pengambilan data secara Stratified Random Sampling, dimana kuesioner diberikan secara acak, dengan tetap memperhatikan proporsionalitas jumlah sampel berdasarkan tingkatan. Dengan jumlah responden tersebut, survei ini memiliki Margin of Error (MoE) sebesar 3% pada tingkat kepercayaan 95%. Untuk menjaga validitas data, juga dilakukan quality control terhadap sampel yang masuk guna memastikan kualitas hasil survei yang telah terkumpul.

Survei ini dirancang secara komprehensif untuk mempetakan aspirasi mahasiswa terhadap kepemimpinan Universitas melalui lima dimensi utama.

Pertama, survei ini mendalami karakteristik responden untuk mengidentifikasi variasi preferensi mahasiswa. Selanjutnya, aspek Personal Karakter dan Integritas digunakan untuk menggali kualitas kepribadian yang dianggap paling mendasar bagi seorang pemimpin. Dari sisi program kerja, dimensi akademik dan kemahasiswaan menitikberatkan pada kontribusi nyata yang diharapkan dari Rektor bagi kemajuan mahasiswa.

Selain itu, aspek komunikasi dan aksesibilitas mengukur sejauh mana kedekatan dan kemudahan interaksi yang diinginkan mahasiswa terhadap pemimpinnya.

Terakhir, survei ini juga menyoroti Isu kontemporer guna memahami perspektif mahasiswa terhadap berbagai tantangan baru yang sedang dihadapi oleh dunia pendidikan tinggi saat ini. Memahami secara utuh metodologi survei preferensi. Hasil dalam sebuah survei preferensi adalah suatu bahan untuk mengetahui sebuah harapan, kebutuhan, dan pandangan seseorang terhadap suatu objek keadaan yang telah, sedang, atau akan dihadapinya (saat survei dilakukan). Memahami  hasil dalam sebuah survei preferensi memerlukan kesimpulan secara holistic dan menyeluruh, dan tidak dapat ditarik pada suatu kesimpulan berdasarkan sebagian hal subtansi penting yang menjadi poin pertanyaan di dalam survei.

Selain itu, pertimbangan waktu juga menjadi hal yang krusial, bahwa sebuah hasil survei preferensi juga akan dipengaruhi berbagai keadaan yang terjadi seiring berjalannya waktu, sehingga sangat memungkinkan mengubah preferensi responden ke depan.

Dalam konteks organisasi atau institusi, hasil metodologi ini sering diintegrasikan dengan analisis deskriptif kualitatif secara holistic dan menyeluruh, sehingga memberikan narasi hasil yang sesuai dengan angka-angka yang menjadi hasil temuan dalam sebuah survei, dengan demikian hasil survei preferensi dapat menjadi bahan masukan atau pertimbangan strategis kedepan.

In-depth Politics menggunakan survei preferensi dalam pelaksanaan survei. Survei preferensi adalah instrumen penelitian ilmiah yang digunakan untuk memetakan kecenderungan seorang individu terhadap suatu objek, keadaan, atau kebijakan. Secara sederhana, survei preferensi bertujuan untuk memetakan harapan, kebutuhan, dan pandangan seorang individu terhadap suatu objek keadaan yang telah, sedang, atau akan dihadapinya.

Untuk penentuan desain sampel kualitas survei sangat bergantung pada representativitas sampel terhadap populasi.
• Teknik Sampling: Sering menggunakan Stratified Random Sampling / Multistage Random Sampling untuk memastikan setiap lapisan masyarakat terwakili;
• Penentuan Ukuran Sampel: Menggunakan rumus statistik (seperti Rumus Slovin) untuk menentukan jumlah responden minimal guna mencapai tingkat kepercayaan tertentu (biasanya 95%) dengan margin of error yang terkendali (biasanya 3%).

Kemudian, instrumen pengumpulan data data dikumpulkan melalui kuesioner yang dirancang terstruktur untuk meminimalisir bias.
• Skala Pengukuran: Sering menggunakan Skala Likert (1-5) untuk mengukur intensitas preferensi atau derajat kesetujuan.
• Tipe Pertanyaan: – – Top of Mind (Pertanyaan terbuka untuk mengetahui preferensi spontan); Closed-ended (Pilihan ganda untuk membandingkan opsi secara spesifik).

Selanjutnya metode pengumpulan data terdapat beberapa pendekatan dalam pelaksanaan di lapangan:
• Survei Digital/Online (Google Forms atau Typeform): Efisien secara waktu dan biaya, namun memerlukan kontrol terhadap duplikasi data;
• Wawancara Tatap Muka (Face-to-Face): Memungkinkan penjelasan lebih mendalam dan validasi identitas responden secara langsung;
• Survei Telepon: Menggunakan metode Random Digit Dialing (RDD).

Untuk dimensi analisis preferensi analisis biasanya melihat bagaimana preferensi atau kecenderungan responden. Indikator yang biasanya diukur meliputi:
• Atribut Dominan: Karakteristik apa yang paling mempengaruhi pilihan (misalnya: integritas, rekam jejak, latar belakang, asal-usul, atau kedekatan emosional); • Akseptabilitas: Sejauh mana subjek diterima oleh responden; • Elektabilitas/Popularitas: Tingkat keterpilihan dalam simulasi pilihan.

Sementara validasi dan pengolahan data untuk menjamin integritas hasil, dilakukan langkah-langkah berikut:
• Recall: Verifikasi ulang terhadap sebagian kecil responden (biasanya 25%) untuk memastikan data bukan hasil manipulasi;
• Data Cleaning: Membersihkan kuesioner yang tidak lengkap atau tidak konsisten;
• Analisis Statistik: Mengolah data menggunakan perangkat lunak statistik untuk melihat korelasi antara latar belakang demografis (usia, pendidikan, pekerjaan) dengan arah preferensi.
Terakhir,  display hasil untuk penarikan kesimpulan hasil, diintegrasikan dengan analisis deskriptif kualitatif secara holistic dan menyeluruh, sehingga memberikan narasi hasil yang sesuai dengan angka-angka yang menjadi hasil temuan dalam sebuah survei, dengan demikian hasil survei preferensi dapat menjadi bahan masukan atau pertimbangan yang bermanfaat untuk mengambil langkah strategis kedepan.

Perlu diketahui bahwa In-depth Politics merupakan lembaga konsultan politik yang telah terdaftar sebagai badan hukum dan tercatat dalam pangkalan data Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Dengan bentuk kegiatan usaha antara lain, Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Jajak Pendapat Masyarakat, serta telah memiliki Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Nomor Induk Berusaha (NIB). (hms)

Related Articles

Back to top button