BeritaHukum Dan KriminalNASIONALPeristiwa

Update Terbaru Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo: 3 Meninggal Dunia, 26 Luka-Luka Dievakuasi

KALTENG.CO-Proses evakuasi pasca-kecelakaan hebat yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur terus berlangsung hingga Selasa (28/4/2026) dini hari.

Berdasarkan informasi terbaru, jumlah korban yang berhasil dievakuasi dilaporkan terus bertambah seiring dengan upaya petugas gabungan menyisir area gerbong yang ringsek.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang meninjau langsung lokasi kejadian pada Senin malam, mengonfirmasi bahwa hingga tengah malam sebanyak 29 orang telah berhasil dikeluarkan dari rangkaian kereta.

Evakuasi Terkendala Kondisi Gerbong yang Ringsek

Proses penyelamatan korban di titik kejadian KM 28+920 ini tidak berjalan mudah. Benturan keras antara KA Argo Bromo Anggrek (relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi) dan KRL (relasi KPB–CKR) menyebabkan kerusakan struktural yang parah pada beberapa gerbong.

”Untuk sementara saya mendapat informasi sudah dievakuasi sebanyak 29 orang pada saat ini sudah di rumah sakit, dan sementara 3 meninggal dunia,” ujar Dasco saat diwawancarai awak media di lokasi.

Petugas gabungan harus menggunakan peralatan pemotong besi guna menjangkau penumpang yang masih terjepit di dalam badan gerbong. Dasco mengkhawatirkan jumlah korban jiwa maupun luka akan terus meningkat mengingat proses penyisiran belum sepenuhnya usai.

Daftar Rumah Sakit Rujukan Korban

Pemerintah Kota Bekasi telah menginstruksikan percepatan penanganan medis. Saat ini, seluruh korban luka telah dilarikan ke tiga fasilitas kesehatan utama untuk mendapatkan perawatan darurat:

  1. RSUD Bekasi

  2. Rumah Sakit Bella Bekasi

  3. Rumah Sakit Primaya

Pihak berwenang berjanji akan memperbarui data identitas korban secara berkala agar keluarga penumpang dapat segera mendapatkan kepastian.

Fokus KAI: Evakuasi dan Pemulihan Jalur

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa prioritas utama perusahaan saat ini adalah keselamatan jiwa dan evakuasi rangkaian kereta. Tim teknis dari KAI bekerja sama dengan kepolisian dan instansi terkait untuk mensterilkan jalur yang terdampak agar perjalanan kereta api lainnya tidak terganggu lebih lama.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” tegas Franoto.

Investigasi Penyebab Kecelakaan

Insiden yang terjadi pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB ini kini berada dalam pengawasan ketat pihak investigasi. Meski kronologi sementara menunjukkan adanya benturan (tertemper) antara kedua kereta di emplasemen stasiun, penyebab pasti dari kegagalan sistem atau koordinasi perjalanan tersebut masih diselidiki.

KAI meminta masyarakat dan pengguna jasa transportasi kereta api untuk bersabar selama proses investigasi dan normalisasi jalur berlangsung. Bagi pelanggan yang perjalanannya terdampak, KAI akan menginformasikan kebijakan kompensasi atau penyesuaian jadwal melalui kanal resmi perusahaan. (*/tur)

Related Articles

Back to top button