Siti Aseanti Tekankan Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan bagi Generasi Muda di Tengah Arus Globalisasi

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Di tengah derasnya arus globalisasi dan masuknya berbagai pengaruh budaya asing, penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai menjadi hal yang semakin penting, terutama bagi generasi muda. Berangkat dari semangat tersebut, Anggota DPD RI asal Kalimantan Tengah, Siti Aseanti, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama para siswa SMK Al-Ishlah di Kantor DPD RI Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus menanamkan pemahaman mengenai dasar-dasar kehidupan berbangsa dan bernegara kepada generasi penerus bangsa.
Dalam kesempatan itu, Siti Aseanti menegaskan bahwa pemahaman terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 harus terus ditanamkan agar masyarakat memiliki pegangan yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan di era modern. Menurutnya, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab anggota DPD RI dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi negara.

“Pancasila dan UUD 1945 merupakan dasar negara yang harus dipahami dan dijaga bersama. Saat ini masih ada generasi muda yang kurang memahami bahkan mulai melupakan nilai-nilai tersebut, sehingga kegiatan seperti ini menjadi sangat penting,” ujarnya. Ia menjelaskan, program sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap empat konsensus dasar bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Lebih lanjut, Siti Aseanti menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan tidak cukup hanya dipahami secara teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. “Di tengah perkembangan zaman, banyak pengaruh budaya luar yang masuk dan tidak semuanya sejalan dengan karakter bangsa Indonesia. Karena itu, Empat Pilar Kebangsaan dapat menjadi filter sekaligus pondasi dalam menjaga identitas nasional,” katanya.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, ia berharap generasi muda semakin memahami pentingnya persatuan dan kesatuan, menghargai keberagaman, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air sebagai bagian dari penguatan karakter kebangsaan. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa dan merawat nilai-nilai kebangsaan agar tetap relevan di tengah perubahan zaman. (pra)



