Kadisbun Kalteng Sambut Program Benih Unggul Kementan, Dorong Hilirisasi dan Produktivitas Perkebunan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, H. Rizki R Badjuri, menyambut positif program pemberian benih unggul komoditas perkebunan strategis yang digulirkan Kementerian Pertanian (Kementan). Program tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam mempercepat hilirisasi sekaligus meningkatkan daya saing sektor perkebunan nasional.
Menurut Rizki, penyediaan benih unggul merupakan fondasi utama dalam membangun perkebunan yang produktif dan berkelanjutan. Kualitas benih akan sangat menentukan hasil produksi hingga puluhan tahun ke depan, terutama untuk komoditas tahunan seperti kelapa, kopi, dan kakao.
“Program ini merupakan investasi jangka panjang bagi sektor perkebunan Indonesia. Benih unggul menjadi faktor penentu produktivitas dan kualitas hasil perkebunan yang akan dinikmati tidak hanya saat ini, tetapi juga oleh generasi mendatang,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Ia menilai kebijakan pemerintah yang menargetkan bantuan benih bagi lahan seluas 870 ribu hektare pada periode 2025–2027 merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional berbasis komoditas unggulan perkebunan.
Lebih lanjut, Rizki mengatakan Kalimantan Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan berbagai komoditas perkebunan strategis, seperti kelapa, kopi, kakao, hingga lada. Karena itu, program tersebut diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani di daerah.
“Dengan dukungan benih unggul dan pendampingan yang tepat, produktivitas perkebunan rakyat akan meningkat. Hal ini tentu akan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani sekaligus mendorong tumbuhnya industri hilir di daerah,” katanya.
Rizki juga mengapresiasi langkah Kementan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Satgas Pangan, TNI, Polri hingga KPK dalam pengawasan program tersebut. Menurutnya, pengawalan yang ketat diperlukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi petani.
“Pengawasan menjadi hal yang sangat penting karena kesalahan dalam pembibitan akan berdampak dalam jangka waktu yang panjang. Karena itu, kualitas benih harus terjamin agar menghasilkan tanaman yang produktif dan berdaya saing,” tegasnya.
Ia berharap program ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen utama komoditas perkebunan dunia sekaligus mempercepat hilirisasi yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian nasional maupun daerah.
“Semoga program ini menjadi momentum kebangkitan sektor perkebunan Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan,” pungkas Rizki R Badjuri. (pra)




