Elpiji 3 Kilogram Mulai Langka, Lurah Langkai Segera Tinjau

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram mulai dirasakan masyarakat dalam beberapa hari terakhir, kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Palangka Raya. Menyikapi kondisi tersebut, Lurah Langkai Muhamad Abidin memastikan akan segera melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik di wilayahnya guna mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan gas bersubsidi tersebut.
Muhamad Abidin mengatakan, laporan mengenai sulitnya masyarakat mendapatkan elpiji 3 kilogram mulai diterima dari sejumlah warga di beberapa lingkungan di Kelurahan Langkai. Kondisi ini dinilai perlu segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas di tengah masyarakat.
“Kami menerima informasi dari warga bahwa dalam beberapa hari terakhir gas elpiji 3 kilogram cukup sulit ditemukan di sejumlah pangkalan maupun pengecer. Untuk itu, kami akan melakukan peninjauan langsung guna memastikan kondisi di lapangan dan mencari tahu apa yang menjadi penyebab terjadinya kelangkaan tersebut,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Menurut Muhamad Abidin, langkah peninjauan tersebut juga bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi yang akurat terkait distribusi elpiji bersubsidi di wilayah Kelurahan Langkai. Dengan demikian, pemerintah kelurahan dapat berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait apabila ditemukan kendala dalam proses penyaluran.
Ia menegaskan, bahwa kebutuhan elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat, khususnya kalangan rumah tangga dan pelaku usaha mikro yang bergantung pada gas bersubsidi untuk aktivitas sehari-hari.
“Kami ingin memastikan distribusi berjalan dengan baik dan masyarakat yang memang berhak mendapatkan elpiji bersubsidi tidak mengalami kesulitan. Jika ada hambatan atau persoalan dalam penyalurannya, tentu akan kami komunikasikan dengan instansi terkait agar dapat segera dicarikan solusi,” katanya.
Selain melakukan peninjauan, pihak kelurahan juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan yang berpotensi memperparah kondisi kelangkaan. Warga juga diminta melaporkan apabila menemukan dugaan penimbunan atau penyimpangan distribusi elpiji bersubsidi di wilayahnya.
Abidin berharap, hasil peninjauan lapangan nantinya dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi sebenarnya sehingga langkah-langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat dan cepat demi memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap elpiji 3 kilogram. (pra)



