LPG Subsidi 3 Kg Langka, DPRD Kalteng: Selidiki Apakah Ada Penimbunan atau Pengalihan Kuota!

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Anggota DPRD Kalteng, Bambang Irawan, menyoroti Kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, Ia meminta persoalan tersebut segera ditelusuri agar penyebabnya dapat diketahui secara jelas dan tidak terus merugikan masyarakat.
Menurut Bambang, kelangkaan LPG tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa, mengingat gas bersubsidi merupakan kebutuhan pokok yang banyak digunakan masyarakat, khususnya kalangan rumah tangga dan pelaku usaha mikro.
“Kelangkaan LPG ini apakah disebabkan karena suplainya memang terbatas kuotanya, atau ada yang memainkan, melakukan penimbunan ataupun mengalihkan kuota itu. Nah, itu yang akan kita telusuri,” ujarnya, Senin(29/6/2026).
Ia mengatakan DPRD Kalteng akan mencermati jalur distribusi LPG subsidi, termasuk memastikan apakah terjadi pengurangan kuota atau pengalihan distribusi ke wilayah lain yang menyebabkan pasokan di Kalimantan Tengah terganggu.
“Nanti kita akan fokus melihat bagaimana pendistribusiannya. Apakah kuotanya dikurangi ataupun ada pengalihan-pengalihan ke tempat lain. Itu yang harus dipastikan,” tegasnya.
Bambang menambahkan, pihaknya juga akan berkomunikasi dengan Pertamina agar memberikan penjelasan secara terbuka terkait kondisi pasokan LPG di Kalimantan Tengah. Menurutnya, transparansi sangat diperlukan agar masyarakat tidak terus dihantui kelangkaan energi.
“Pertamina harus kita komunikasikan. Masyarakat berhak mengetahui penyebab kelangkaan ini,” katanya.
Ia menilai persoalan energi, baik listrik, BBM maupun LPG, harus menjadi perhatian serius karena seluruhnya merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Oleh sebab itu, penyelenggara layanan publik diminta memastikan distribusi berjalan lancar serta menyampaikan informasi secara terbuka apabila terjadi kendala.
“Jangan sampai kebutuhan dasar masyarakat terganggu tanpa ada penjelasan yang jelas. Keberadaan Pertamina maupun PLN itu harus menunjang dan mendukung kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (bam)



