Kapolres Katingan: Ipda Anumerta Sumariyanto Tertembak saat Gerebek Bandar Sabu di Kalemei

KATINGAN, Kalteng.co – Fakta baru terungkap dalam penyelidikan kasus gugurnya tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi penindakan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Dari tiga anggota yang gugur, Ipda Anumerta Sumariyanto dipastikan merupakan personel yang mengalami luka tembak.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, berdasarkan hasil pendalaman sementara, luka tembak dialami oleh Ipda Anumerta Sumariyanto. “Ini Ipda Anumerta Sumariyanto yang kena tembak,” ujar Dodik saat dikonfirmasi, Rabu (8/7/2026).
Sementara itu, terkait dua personel lainnya, yakni Aiptu Anumerta Yudhi Perdana Putra dan Bripda Anumerta Nopandri Ramadhana, Dodik mengaku belum dapat memastikan apakah keduanya juga mengalami luka tembak sebelum ditemukan meninggal dunia.
“Sementara untuk luka tembak pada yang lain saya belum tahu. Yang jelas saya ketahui adalah Ipda Anumerta Sumariyanto,” katanya.
Kapolres juga menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, penyerangan terhadap personel kepolisian terjadi lebih dahulu sebelum terdapat korban dari pihak warga. Bentrokan bermula di lokasi penggerebekan yang berada di sebuah rumah di Desa Tumbang Kalemei.
“Iya, pasti penyerangan dulu. Tidak mungkin kita membuat orang meninggal kalau tidak ada yang menyerang petugas,” tegasnya.
Sebelumnya, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mochammad Choirul Anam mengungkapkan hasil pendalaman awal menunjukkan ketiga anggota Polri yang gugur mengalami sejumlah luka. Temuan tersebut diperoleh dari hasil autopsi, olah tempat kejadian perkara, serta pemeriksaan kondisi di lapangan.
Anam juga menyebut salah satu korban mengalami luka tembak yang diduga berasal dari senjata api rakitan. Selain itu, Kompolnas menduga ketiga korban mengalami penyiksaan sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Katingan. Namun, dugaan tersebut masih akan dibuktikan lebih lanjut melalui proses penyidikan dan pembuktian secara ilmiah.
Dalam peristiwa yang terjadi saat operasi penindakan terhadap terduga bandar sabu pada Kamis (2/7/2026) dini hari itu, tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan gugur, yakni Aiptu Anumerta Yudhi Perdana Putra, Bripda Anumerta Nopandri Ramadhana, dan Ipda Anumerta Sumariyanto.
Hingga kini, penyidik masih terus mengembangkan kasus untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa serta memburu pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut. (oiq)



