BeritaDPRD KALTENG

‎Adat dan Budaya Kalteng Tidak Boleh Tergerus, Maryani Sabran: Warisan Leluhur Harus Dijaga di Tengah Arus Modernisasi

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Maryani Sabran, menegaskan bahwa adat istiadat dan budaya Kalimantan Tengah merupakan identitas daerah yang tidak boleh tergerus oleh perkembangan zaman maupun derasnya arus globalisasi.

‎Menurut Maryani, kemajuan teknologi dan modernisasi merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Namun, masyarakat, khususnya generasi muda, harus tetap memiliki kebanggaan terhadap budaya daerah sebagai jati diri yang membedakan Kalimantan Tengah dengan daerah lain. Pelestarian budaya juga menjadi perhatian berbagai pihak di Kalteng.

‎”Adat dan budaya adalah warisan luhur para leluhur yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai generasi muda justru lebih mengenal budaya luar dibandingkan budaya daerahnya sendiri,” ujar Maryani, Senin (20/7/2026). ‎Ia menilai, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga harus diwujudkan dalam pendidikan, pembinaan seni budaya, hingga pemberdayaan komunitas adat yang masih aktif menjaga tradisi.

‎Maryani mendorong pemerintah daerah agar terus memperkuat program pelestarian budaya, termasuk memberikan ruang yang lebih luas bagi sanggar seni, pelaku budaya, dan masyarakat adat untuk menampilkan berbagai kekayaan budaya Kalimantan Tengah pada setiap kegiatan daerah.

‎”Festival budaya, pertunjukan seni tradisional, hingga pembelajaran muatan lokal harus terus diperkuat agar nilai-nilai budaya tetap hidup di tengah masyarakat. Dengan begitu, budaya tidak hanya dikenang, tetapi benar-benar diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

‎Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pelestarian budaya sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, menjaga adat dan budaya berarti menjaga identitas serta memperkuat persatuan masyarakat Kalimantan Tengah.

‎”Kalau bukan kita yang menjaga budaya sendiri, siapa lagi? Mari kita rawat nilai-nilai adat, kearifan lokal, dan semangat Huma Betang sebagai fondasi kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah yang rukun, harmonis, dan saling menghormati,” pungkasnya. (pra)

Related Articles

Back to top button