
KALTENG.CO-Borneo FC Samarinda mulai menunjukkan keseriusan penuh dalam menyambut kompetisi musim 2026/2027. Setelah sempat adem ayem di awal bursa transfer, klub berjuluk Pesut Etam tersebut langsung membuat kejutan besar dengan memperkenalkan enam pemain asing sekaligus dalam satu hari.
Salah satu rekrutan yang paling menyita perhatian adalah bek tengah tangguh asal Brasil, Christian Matheus Lima da Silva. Pemain berusia 27 tahun ini didatangkan untuk memperkokoh tembok pertahanan tim setelah musim lalu tampil impresif bersama klub Liga Kosovo, FC Drenica.
Tambal Lini Belakang Pasca Ditinggal Bek Utama
Kehadiran Christian Matheus bukan tanpa alasan. Manajemen Borneo FC bergerak cepat untuk memperbaiki lini belakang yang sempat rapuh pasca ditinggal dua bek asing andalan mereka musim lalu, yakni Christophe Nduwarugira dan Cleylton.
Dengan bergabungnya Christian, manajemen berharap sektor pertahanan Pesut Etam kembali kokoh dan siap menghadapi persaingan ketat di papan atas BRI Super League 2026/2027.
melalui akun Instagram resminya, Borneo FC menyambut hangat kedatangan sang menir Brasil.
“Bek asal Brasil berusia 27 tahun resmi menjadi bagian dari keluarga besar Borneo FC. Saatnya mengawal lini pertahanan dan berjuang bersama Pesut Etam,” tulis pernyataan resmi Borneo FC.
Rekam Jejak & Profil Christian Matheus: Pengalaman Berkelana di Eropa
Lahir di Belford Roxo, Brasil, pada 13 Agustus 1998, karier sepak bola Christian dimulai dari klub lokal America sebelum berlabuh ke Nova Cidade pada tahun 2020.
Demi menimba pengalaman baru, Christian memilih merantau ke benua Biru (Eropa) pada tahun 2021:
KF Turbina (Albania) – 2021: Mengawali karier Eropa di Liga Albania.
KF Laci (Albania) – 2022–2024: Bertahan selama dua musim dan mendapatkan jam terbang reguler.
FC Drenica (Kosovo) – 2025/2026: Menjadi pilihan utama di lini pertahanan dengan mencatatkan 34 penampilan di semua kompetisi, menyumbang 1 assist, serta mengoleksi 8 kartu kuning dan 1 kartu merah.
Keunggulan Postur dan Gaya Bermain
Memiliki tinggi badan 186 cm, Christian Matheus merupakan sosok bek sentral yang dominan. Postur jangkung ini menjadikannya sangat kuat dalam duel udara, tangguh menghalau set-piece (bola mati), serta unggul saat situasi one-on-one dengan penyerang lawan.
Selain atribut fisik, pemain berkebangsaan Brasil ini diharapkan mampu membawa ketenangan, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan di jantung pertahanan Borneo FC.
Tantangan Adaptasi di Sepak Bola Indonesia
Pengalaman bertanding di liga Brasil, Albania, hingga Kosovo menjadi modal berharga bagi Christian untuk mengarungi kompetisi sepak bola Indonesia yang dikenal memiliki tempo tinggi dan fisik yang keras.
Kini, patut dinantikan sejauh mana adaptasi Christian Matheus bersama skuad Pesut Etam. Mampukah ia menjadi tembok kokoh baru yang membawa Borneo FC merengkuh kejayaan di musim 2026/2027? (*/tur)



