FMIPA UPR dan FMIPA ITB Jalin Kerja Sama Strategis, Perkuat Tridharma hingga Jalur Sarjana-Magister

BANDUNG, Kalteng.co – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Palangka Raya (FMIPA UPR) bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB) resmi menandatangani dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai upaya memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, riset, dan inovasi.
Penandatanganan dilakukan oleh Dekan FMIPA ITB, Aep Patah, S.Si., M.Si., Ph.D., bersama Dekan FMIPA UPR, Prof. Dr. Agus Haryono, M.Si., di Dekanat FMIPA ITB, Bandung, Selasa (21/7/2026).
Dua perjanjian yang disepakati meliputi kerja sama penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi dan Jalur Kerja Sama Sarjana–Magister Antar Institusi (JKSM). Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal kolaborasi jangka panjang antara kedua fakultas dalam memperkuat pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan inovasi yang memberikan manfaat bagi pembangunan nasional.
Dekan FMIPA UPR, Prof. Dr. Agus Haryono, M.Si., mengatakan kerja sama tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas jejaring akademik dan riset. “Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas dosen dan mahasiswa FMIPA UPR melalui berbagai kegiatan akademik, penelitian bersama, hingga pengembangan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kerja sama tersebut, kedua institusi akan mengembangkan berbagai program, antara lain pendidikan dan pelatihan, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, sertifikasi kompetensi, pengembangan kelembagaan, publikasi ilmiah, seminar, lokakarya, serta kegiatan akademik lainnya sesuai kesepakatan bersama.
FMIPA UPR dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan riset berbasis kekhasan Kalimantan, mulai dari lahan gambut, kehutanan, pertambangan, perkebunan, biodiversitas, kesehatan, energi, hingga pemberdayaan masyarakat. Sementara itu, FMIPA ITB memiliki pengalaman dan jejaring kuat dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta inovasi yang telah diakui secara nasional maupun internasional.
Salah satu poin penting dalam kerja sama tersebut adalah pelaksanaan Jalur Kerja Sama Sarjana–Magister Antar Institusi (JKSM). Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa tingkat akhir FMIPA UPR untuk mengambil mata kuliah tertentu di Program Magister FMIPA ITB melalui mekanisme credit earning. Mata kuliah yang telah ditempuh nantinya dapat diakui apabila mahasiswa melanjutkan studi magister di FMIPA ITB dan memenuhi seluruh persyaratan penerimaan.
Selain itu, skema JKSM juga membuka peluang integrasi penelitian antara tugas akhir sarjana dan tesis magister melalui pembimbingan bersama dosen dari kedua institusi. Model tersebut diharapkan dapat meningkatkan budaya riset mahasiswa, mempercepat studi lanjut, sekaligus menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik dan kemampuan penelitian yang lebih baik.
Ke depan, FMIPA UPR dan FMIPA ITB juga akan berkolaborasi dalam penyempurnaan kurikulum, pengembangan bahan ajar, publikasi ilmiah bersama, pengembangan inovasi, hingga pendampingan menuju kemitraan industri dan hilirisasi hasil penelitian.
Perjanjian kerja sama ini berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Implementasinya akan ditindaklanjuti melalui program-program kerja yang dilengkapi dengan target luaran, mekanisme pelaksanaan, pembiayaan, serta monitoring dan evaluasi secara berkala. (bam)



