BeritaPEMKO PALANGKA RAYA

Pemkot Palangka Raya Tebar 525 Ribu Benih Ikan Lokal di Sei Gohong, Perkuat Kelestarian Perairan dan Dukung Ketahanan Pangan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya melalui Dinas Perikanan (Diskan) menebarkan 525.000 benih ikan lokal di perairan umum Teluk Kaja, Kelurahan Sei Gohong, Kecamatan Bukit Batu, Kamis (23/7). Kegiatan restocking ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya dan Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya.

Program restocking ikan tersebut merupakan agenda rutin Pemkot Palangka Raya yang bertujuan menjaga kelestarian sumber daya perikanan, meningkatkan populasi ikan lokal, serta mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan.

Kepala Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Ir. Indriarti Ritadewi, MAB, mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 500.000 benih ikan papuyu (betok) dan 25.000 benih ikan haruan (gabus) dilepasliarkan ke perairan Sungai Gohong. “Restocking ini merupakan salah satu upaya menjaga kelestarian populasi ikan lokal sekaligus mencegah terjadinya kepunahan akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, termasuk illegal fishing,” ujar Indriarti.

Ia menjelaskan, penebaran benih diharapkan mampu meningkatkan populasi ikan papuyu dan haruan sehingga dapat berkembang biak secara alami di habitatnya. Selain menjaga keseimbangan ekosistem perairan, program ini juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian pada sektor perikanan.

Sementara itu, perwakilan BPBAT Mandiangin, Akhmad Riva’i, SPi., MP, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat melalui BPBAT Mandiangin dengan Pemerintah Kota Palangka Raya dalam melestarikan ikan-ikan endemik Kalimantan.

Pada tahap pertama, BPBAT Mandiangin menyerahkan bantuan 525.000 ekor benih ikan, terdiri atas ikan papuyu dan haruan, untuk dilepasliarkan di perairan umum Kota Palangka Raya.

Selain membudidayakan ikan papuyu dan haruan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, BPBAT Mandiangin juga terus mengembangkan budidaya berbagai jenis ikan lokal lainnya, seperti ikan jelawat dan ikan kelabau, sebagai upaya menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan khas Kalimantan.

Menurut Akhmad Riva’i, ikan haruan atau gabus memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat baik terhadap perubahan kondisi lingkungan karena dilengkapi organ pernapasan labirin. “Kemampuan tersebut membuat ikan gabus tetap mampu bertahan dan berkembang meski kondisi perairan mengalami penurunan kualitas, terutama saat musim kemarau,” jelasnya.

Melalui program restocking ini, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap populasi ikan lokal di perairan umum terus meningkat, ekosistem tetap terjaga, dan masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi dari hasil perikanan yang berkelanjutan.(aza)

Related Articles

Back to top button