Stres Dapat Memicu Migrain

Stres Dapat
dr. Marthin Tori Sp.S

STRES dapat memicu migrain. Pernahkah anda mengalami gejala sakit kepala sebelah? Bisa saja hal tersebut disebabkan oleh migrain. Sampai saat ini, penyebab migrain masih sangat beragam.

Sebagian besar para ahli menyatakan, jika migrain merupakan hasil dari gangguan aliran darah di otak.

Stres dapat muncul biasanya dipicu oleh faktor lelah, kurang beristirahat, atau stres psikis. Bahkan, migrain bisa menjadi tanda dari suatu penyakit berat lainnya.
Untuk lebih jelasnya Kalteng.co coba bertanya seputar penyebab migrain dengan ahli spesialis saraf atau neurologi dr. Marthin Tori Sp.S.

Dijelaskannya, migrain adalah nyeri kepala primer dengan ciri-ciri merasakan sakit pada satu sisi kepala, disertai denyutan 3-4 jam, bisa mencapai tiga hari.

Penderita migrain biasanya merasakan pusing hingga muntah, bahkan akan lebih sensitif terhadap cahaya yang terang serta nada suara yang tinggi. Penyakit migrain tidak mengenal usia, anak-anak pun dapat mengalami migrain. Usia yang paling rentan, biasanya dikisaran 20-40 tahun.

Baca Juga:  Cara Mencegah Kanker Serviks

“Jika ada seseorang yang pernah terdiagnosa migrain, dia harus tau faktor apa saja penyebabnya. Karena pemicu terjadinya migrain setiap orang berbeda-beda. Jika ingin mencegah hindari faktor pemicunya,”jelas dr. Marthin, saat di bincangi Kalteng.co, Rabu (11/8/2021).

Selain migrain sambung dr. Marthin, ada juga jenis penyakit sakit kepala lainya yaitu vertigo. Ciri-cirinya yang ditimbulkan berbeda dengan migrain. Bagian kepala penderita vertigo biasanya akan merasakan sensasi seperti berputar-putar dan bergoyang.

“Kebanyakan orang salah dalam mengartikan antara pusing yang di sebabkan migrain dan vertigo. Jika mengalami pusing sendiri definisinya lebih mengarah ke vertigo, karena pada bagian kepala tidak merasakan nyeri yang sangat layaknya migrain, dan hanya merakan sensasi seperti ada yang berputar,” terang dokter ahli spesialis saraf atau neurologi ini.

Baca Juga:  Cara Mencegah Kanker Serviks

Maka dari itu, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hindari faktor-faktor pemicunya. Migrain biasanya disebabkan oleh stress, kurang tidur, kurang beristirahat, dan terlambat makan. Sedangkan vertigo biasanya disebabkan oleh gangguan keseimbangan dari telinga ataupun mata.

“Salah satu contoh keseimbangan gangguan di telinga, biasanya ada benda yang membentuk semacam kristal di dalamnya, itulah yang dapat menyebabkan seseorang bisa mengalami vertigo. Namun, lama kelamaan kristal tersebut bisa menghilang dengan sendirinya. Jika mengalami hal demikian, saya sarankan hindari gerakan-gerakan kepala yang terlalu cepat,” tutup dr. Marthin. (pra)