Tensi 140/90, Segera Batasi Asupan Garam!

Tensi 140/90, Segera Batasi Asupan Garam!

KALTENG.CO – Gaya hidup tinggi garam sehari-hari bisa memicu penyakit tak menular (PTM) seperti hipertensi atau darah tinggi. Walaupun natrium/sodium (garam) memiliki peranan penting yang di butuhkan tubuh sebagai zat gizi esensial untuk mewujudkan hidup sehat, kuat, dan aktif, namun jika berlebih natrium dapat berisiko mengalami gangguan kesehatan.

Jika berlebih, maka efeknya adalah muncul berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, stroke, gagal jantung, dan lain lain. Jika kekurangan, maka efeknya adalah gangguan fungsi otot dan saraf, gangguan kontrol gula darah, dan lain lain.

Baca Juga:  Dua Atlet Dayung Putri Mura Terima Bonus dari Ketua Dewan

Nah, bagaimana menyeimbangkan dan mengendalikan asupan garam?
Dalam webinar bersama PT Ajinomoto Indonesia bertema Peran Umami Sebagai Cara Mengatur Asupan Gizi dalam Meningkatkan Kesehatan, salah satu solusinya adalah mengganti garam dengan umami.

“Bumbu umami pengganti garam mendukung mereka tetap sehat. Sebagai upaya mendukung masyarakat Indonesia agar tetap sehat, fakta informatif tentang umami dan monosodium glutamat (MSG) harus di sebarkan, terutama saat di situasi pandemi Covid-19,” kata Public Relations Manager PT Ajinomoto Indonesia Katarina Larasati.

Ahli Gizi & Dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Annis Catur Adi mengatakan, ada beberapa cara untuk mengendalikan asupan garam, yang sesuai dengan kebiasaan atau pola konsumsi masyarakat Indonesia.

Baca Juga:  Sewaktu Kecil Jadi Teman Bermain, Sudah Dewasa Jadi Teman Hidup Ayah

Menurutnya tak bisa di pungkiri, kebiasaan masyarakat Indonesia dalam membuat masakan memang banyak menggunakan bumbu dan rempah yang memiliki cita rasa tinggi, sedangkan dalam berbagai bumbu dan rempah itu juga sudah cukup banyak terkandung natrium.