BeritaNASIONALPENDIDIKAN

Guru Zaman Dulu vs Sekarang: 7 Perbedaan yang Bikin Kamu Nostalgia

KALTENG.CO-Siapa yang masih ingat masa-masa sekolah di era 80-an dan 90-an? Pasti banyak kenangan unik yang tersimpan, termasuk interaksi dengan guru yang sangat berbeda dengan sekarang. Dulu, hubungan guru dan siswa punya dinamika tersendiri, dengan aturan dan kebiasaan yang mungkin terdengar aneh di telinga generasi milenial.

Dari Hukuman Fisik hingga Guru yang Merokok

Perubahan zaman membawa perubahan pada segala aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Jika dulu guru memiliki otoritas yang sangat kuat dan hukuman fisik masih dianggap wajar, kini pendekatan pendidikan telah bergeser menuju metode yang lebih humanis dan berpusat pada siswa.

Dilansir dari laman Upworthy, berikut adalah 7 tindakan guru era 80-an dan 90-an yang kini sudah ditinggalkan:

  1. Hukuman Fisik: Dulu, guru sering memberikan hukuman fisik seperti menjewer telinga, memukul tangan, atau menyuruh siswa berdiri di sudut kelas. Hal ini dianggap sebagai cara efektif untuk mendisiplinkan siswa.
  2. Merokok di Depan Siswa: Guru merokok di lingkungan sekolah, bahkan di dalam kelas, adalah pemandangan yang biasa. Padahal, kebiasaan ini sangat buruk bagi kesehatan siswa.
  3. Guru Selalu Benar: Guru dianggap sebagai sumber pengetahuan yang mutlak benar. Siswa jarang sekali diperbolehkan untuk mempertanyakan pendapat guru.
  4. Seragam yang Ketat: Aturan seragam sekolah sangat ketat dan tidak fleksibel. Siswa yang melanggar aturan seringkali mendapat hukuman.
  5. Membuat Tugas Menumpuk: Guru sering memberikan tugas rumah yang sangat banyak, bahkan di akhir pekan. Hal ini membuat siswa merasa terbebani.
  6. Membandingkan Siswa: Guru sering membandingkan prestasi siswa satu dengan yang lain, yang dapat memicu rasa rendah diri pada siswa yang kurang berprestasi.
  7. Kurang Fokus pada Pengembangan Diri: Pendidikan lebih berfokus pada hafalan dan penguasaan materi, daripada pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kreativitas.

Mengapa Praktik-Praktik Ini Ditinggalkan?

Perubahan paradigma dalam pendidikan mendorong guru untuk lebih fokus pada pengembangan potensi siswa secara menyeluruh. Hukuman fisik dianggap tidak efektif dan dapat menimbulkan trauma psikologis pada siswa. Selain itu, kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan emosional siswa juga mendorong perubahan dalam metode pengajaran.

Melihat kembali praktik-praktik pendidikan di masa lalu dapat memberikan kita pelajaran berharga. Kita dapat belajar dari kesalahan yang pernah terjadi dan menerapkan pendekatan yang lebih baik dalam mendidik generasi muda. (*/tur)

Related Articles

Back to top button