ALL SPORTBeritaNASIONALSport

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Cak Nun Berharap TGIPF Objektif

Jadi, ini tidak hanya bisa terjadi di sepak bola. Di Pilkada bisa, Pilpres bisa. Ini bisa karena macam-macam, rasisme bisa, bisa karena apa saja. Maka, kita bikin tatanan negara atau negoro mowototo tadi. Supaya kita punya pasal-pasal, yang kita siapkan secara matang. Kalau-kalau, kan semua itukan sifatnya preventif. Jogo-jogo, kalau ada ini, kita punya ini. Sedia payung sebelum hujan. Inikan hujan deras, kita semua kehujanan, ada orang mati sekian, karena payungnya tidak ada.

Nah, kita harus mawas diri di situ. Kepolisian itu harus menunjukkan bahwa Polri itu adalah pelopor dari mawas diri nasional. Jadi, ada banyak sekali respons saya. Dan saya sedang mengamati itu. Ini akan bagaimana. Saya coba tembus teman-teman di Mabes Polri, saya coba tembus Arek-arek Aremania, Karena kita prihatin, dan kita tidak ingin terulang lagi. Tragedi yang sampai membunuh ratusan orang seperti itu.

Maka itu, harus kita hormati nyawa yang sudah diambil oleh para malaikat itu.  Harus kita hormati. Kita junjung supaya mereka berguna. Meninggalnya itu berguna. Berguna untuk kelanjutan hidupnya bangsa Indonesia. Jangan sampai mati mereka sia-sia. Seperti Chairil Anwar bilang, aku hanya tulang-tulang berserakan di antara Kerawang dan Bekasi.

Tinggal kamu memaknai itu semua. Supaya kematian teman-teman Arema sakmono akehe itu bisa menjadi makna, dan penyelamatan masa depan semua penduduk yang lain, warga negara Indonesia lainnya.

Jadi, jangan sampai tragedi Kanjuruhan ini membuat kita semakin meleset memahami nilai-nilai kehidupan. Itu namanya jokowerti, tentara dan polisi itu. Objektif. Artinya, ketika kita melakukan penyelidikan, yang dipimpin Pak Mahfud itu, mudah-mudahan tim independen. Yang betul-betul objektif, melihat siapa yang salah, siapa yang bener. Bukan royokan nyalah-nyalahno. Bukan sibuk cari kambing hitam.

Misalnya, dalang. Nggak ada dalangnya. Dalangnya adalah kesalahan kita bersama. Wong di sepak bola, untuk apa didalangi seperti itu. Nggak ada dalangnya. Dalangnya adalah ketidaksiapan kita untuk negoro mowototo itu tadi. Sekarang kan ada kecenderungan untuk mencari dalangnya siapa. Yo dalange sopo? Dalangnya adalah ketidaksiapan kita semua ini untuk menghindarkan jangan sampai terjadi seperti itu.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button