Agustiar Sabran Tekankan Persatuan dan Perlindungan UMKM pada HUT ke-16 Gerdayak Indonesia

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun global. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Indonesia di Palangka Raya.
Agustiar mengatakan, pesan persatuan menjadi hal utama yang terus ditekankan oleh Presiden Republik Indonesia dalam upaya membangun bangsa di tengah dinamika yang berkembang saat ini. “Bapak Presiden berpesan, kita harus bersatu. Membangun Indonesia harus dilakukan dengan semangat kebersamaan, terlebih dalam menghadapi situasi nasional maupun internasional yang penuh tantangan saat ini,” ujarnya.

Selain itu, Agustiar menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah bukan semata-mata pemangkasan belanja, melainkan langkah rasionalisasi agar penggunaan anggaran lebih efektif dan tepat sasaran.Menurutnya, setiap program yang dijalankan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan daerah.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menaruh perhatian terhadap keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Tengah. Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk bersama-sama memperkuat perlindungan terhadap pelaku usaha lokal. “Saya minta para bupati dan wali kota untuk bersama-sama memikirkan langkah yang dapat melindungi dan memulihkan UMKM agar tetap berkembang dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” katanya.
Puncak peringatan HUT ke-16 Gerdayak Indonesia ditandai dengan penganugerahan Tanda Penghargaan dan Medali Kehormatan Gerdayak Indonesia “Tingang Menteng Bapengang Simpei” kepada sejumlah tokoh yang dinilai berjasa dalam memberikan dukungan, pembinaan, dan kontribusi bagi kemajuan organisasi serta masyarakat Dayak. Melalui momentum HUT ke-16 tersebut, Gerdayak Indonesia diharapkan terus menjadi wadah pemersatu masyarakat Dayak, pelestari nilai-nilai budaya, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan dan kemajuan Kalimantan Tengah. (bam)



