Literasi Keuangan Sejak Dini, Katingan Libatkan Guru dalam Program OJK
KASONGAN, Kalteng.co-Dalam upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Training of Trainers (TOT) untuk para guru di Kabupaten Katingan.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (25/7/2024) ini, bertujuan untuk membekali para guru dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi agen literasi keuangan di sekolah.
Pj Bupati Katingan, Saiful, dalam sambutannya menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap para guru dapat menularkan ilmu yang diperoleh kepada siswa-siswi mereka. “Dengan literasi keuangan yang baik, diharapkan generasi muda kita dapat mengelola keuangan dengan bijak sejak dini,” ujarnya.
Ia juga menyambut baik kegiatan tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada pihak OJK Provinsi Kalimantan Tengah dan berbagai narasumber yang telah berkenan dalam melaksanakan kegiatan itu.
“Semoga dalam kegiatan ini dapat memberikan ilmu dan keahlian kepada para Guru tingkat SMA dan SMP se Kabupaten Katingan dan terima kasih kepada OJK Provinsi Kalimantan Tengah dan para barasumber. Kiranya melalui forum ini bisa membagikan ilmu dan keahliannya kepada rekan-rekan Guru yang hadir dan mengikuti acara ini,” tuturnya.
Berdasarkan Undang-undang nomor 21 tahun 2011, ujarnya, OJK merupakan lembaga independen yang dalam melaksanakan tugasnya memiliki fungsi mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan di sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, Lembaga Pembiayaan dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya, yang fungsinya diperkuat oleh Undang-Undang Nlnomor 4 tahun 2023 tentang pengembangandan penguatan sektor keuangan derivatif, serta koperasi yang akan beralih sebagian pengawasannyake OJK, serta melindungi konsumen atau masyarakat di sektor jasa keuangan. “Jadi ini kegiatan yang sangat positif,” ucapnya.
Senada dengan Pj Bupati, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, juga menekankan pentingnya peran guru dalam meningkatkan literasi keuangan.
“Guru memiliki peran yang sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai keuangan kepada siswa. Melalui kegiatan ini, kami berharap para guru dapat menjadi role model bagi siswa dalam mengelola keuangan dengan bijak,” kata Primandanu.
Ia mengatakan, Guru menjadi garda terdepan dalam pendidikan untuk meningkatkan literasi keuangan, khususnya bagi para pelajar.
“Melalui edukasi keuangan yang tepat. Diharapkan para pelajar dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni untuk mengelola keuangan dengan bijak dan mencapai tujuan finansial mereka di masa depan,” tandasnya.(eri)




