
Sayangnya, Karin tidak memihak Donwori. Ia sudah kena bius Donjuan. Entah jopa-japu apa yang disuwukkan Donjuan setiap hari ke kuping Karin. Mungkin kalimat standar sekaligus klasik, “Aku cinta kamu, kamu satu-satunya di hatiku. Mari kita menua bersama.”
Perjuangan Donwori untuk mempertahankan mahligai pernikahannya, juga bukan sebulan dua bulan saja. Tapi tahun-tahunan. Mungkin lebih dari 25 kali purnama. Tapi tetap belum ada hasil.

Awal mula Karin itu suka dengan Donjuan karena ia sering curhat dengan laki-laki itu. Curhat banyak hal, mulai urusan pekerjaan, bisnis, masa lalu hingga persoalan rumah tangga.
“Saya sudah bilangi jangan sering curhat masalah rumah tangga ke orang lain. Jadinya malah seperti ini, dia kena pengaruh dan saya diceraikan,” kata Donwori.
Donwori dan Karin menjadi sering kali terlibat cekcok dan membuat istrinya itu tidak betah di rumah. Karin memilih pergi dengan teman-temanya. Maklum saja, Karin masih berjiwa muda. Kalau ada masalah larinya ke tempat ngopi.



