BEM STIH Protes Sanksi Ditjen Dikti

Sebut Tak Ada Lagi Dualisme Yayasan Tambun Bungai
Ketua Bidang Litbang BEM STIH Ahmad Tofik di kediamannya. FOTO: AGUS JAYA/KALTENG POS

PALANGKA RAYA, kalteng.coSurat sanksi administrasi yang dikeluarkan untuk Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Tambun Bungai menimbulkan keresahan para mahasiswa.

Melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), mereka mempertanyakan penyebab sanksi yang diberikan kepada kampus pencetak sarjana hukum tersebut.

Sejumlah pertanyaan dilayangkan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI sebagai bentuk protes.

Menjawabi keresahan dari 600-an mahasiswa di STIH, perwakilan BEM langsung menghadap Lembaga Layanan (LL) Dikti Wilayah IX di Banjarmasin dan Ditjen Dikti Kemendikbud RI di Jakarta.

Pengurus yang berangkat adalah Ketua BEM STIH Eliudi Nazarra dan Ketua Bidang Litbang Ahmad Tofik. Keberangkatan perwakilan mahasiswa untuk mempertanyakan  penyebab Ditjen Dikti menjatuhkan sanksi pelanggaran administrasi berat kepada STIH Tambun Bungai.

Baca Juga:  Tingkatkan Capaian Vaksin di Kabupaten Mura, Libatkan Pemerintah Desa

“Pertemuan antara BEM STIH dengan kepala  LL Dikti Wilayah XI di Banjarmasin digelar Senin 12 April,” kata Ahmad Tofik yang ditunjuk pihak BEM STIH sebagai juru bicara.

Baca Juga:  Kemajuan Teknologi Mengancam Profesi Guru

Dalam pertemuan itu, pihak BEM bertemu langsung dengan Kepala LL Dikti Prof Dr H Udiansyah. Sedangkan pertemuan dengan pihak Ditjen Dikti dilaksanakan pada Kamis (15/4).

“Kami ditemui langsung oleh kepala Biro Hukum Ditjen Dikti,” terang Ahmad Tofik kepada Kalteng Pos di rumahnya, Jalan G Obos IX, Palangka Raya, Sabtu (17/4/2021).