BMKG: Sebagian Besar Wilayah Kalimantan Tengah Cerah Berawan Hari Ini

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah akan mengalami kondisi cerah berawan hingga berawan pada Kamis, 25 Juni 2026.
Masyarakat juga diminta mewaspadai kondisi perairan di sejumlah wilayah pesisir karena tinggi gelombang berpotensi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
Berdasarkan prakiraan cuaca yang dirilis BMKG, hampir seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah diperkirakan berada dalam kondisi cerah berawan sejak pagi hingga dini hari. Suhu udara berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban relatif tinggi, yakni antara 54 hingga 100 persen.
Untuk wilayah Palangka Raya, cuaca diprediksi cerah berawan sepanjang hari dengan suhu udara berkisar 24–33 derajat Celsius, kecepatan angin sekitar 8 kilometer per jam, dan kelembaban mencapai 56–96 persen. Sementara itu, beberapa daerah seperti Sukamara berpotensi mengalami hujan ringan pada siang hari.
Adapun wilayah lain seperti Sampit, Pangkalan Bun, Kuala Kapuas, Kasongan, Muara Teweh, Kuala Kurun, Buntok, Pulang Pisau, Puruk Cahu, Nanga Bulik, Kuala Pembuang, dan Tamiang Layang umumnya diprakirakan cerah berawan hingga berawan.
BMKG juga merilis informasi tinggi gelombang untuk wilayah perairan Kalimantan Tengah yang berlaku pada periode 24 Juni 2026 pukul 07.00 WIB hingga 25 Juni 2026 pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan analisis meteorologi, pola angin umumnya bergerak dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 7–16 knot, sementara kecepatan maksimum diperkirakan mencapai 27 knot.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut hingga kategori sedang, yakni 1,25–2,5 meter, terutama di Perairan Kuala Jelai, Perairan Pangkalan Bun, Perairan Kumai, Perairan Kuala Pembuang, dan Perairan Teluk Sampit.
BMKG mengingatkan para nelayan, operator kapal tongkang, serta pengguna transportasi laut agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang yang dapat memengaruhi keselamatan pelayaran. Risiko keselamatan pelayaran dapat meningkat apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter untuk perahu nelayan, serta kecepatan angin 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter untuk kapal tongkang.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG guna mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (pra)
EDITOR: MATURIDI



