Fairid Naparin: Perang Melawan Narkoba Mulai dari Keluarga dan Lingkungan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Palangka Raya untuk kembali menegaskan komitmennya dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan bahwa keberhasilan menciptakan kota yang maju tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan bebas dari narkoba.
Mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045”, Fairid menilai peringatan HANI merupakan pengingat bahwa perang melawan narkotika membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga aparat penegak hukum.
Menurutnya, tantangan penyalahgunaan narkoba saat ini semakin kompleks karena menyasar berbagai kalangan tanpa memandang usia maupun latar belakang. Oleh sebab itu, langkah pencegahan harus dilakukan secara masif melalui edukasi, penguatan karakter, serta pembinaan generasi muda agar memiliki daya tahan terhadap berbagai pengaruh negatif.
“Pembangunan Kota Palangka Raya tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan manusia. Kita ingin melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berakhlak, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba sebagai modal utama menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Fairid Naparin.
Ia menegaskan, bahwa keluarga memiliki peran paling penting dalam membentuk karakter anak. Komunikasi yang harmonis antara orang tua dan anak, menurutnya, menjadi benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.
Selain itu, Fairid mengajak seluruh masyarakat untuk tidak bersikap acuh terhadap peredaran narkoba di lingkungan sekitar. Ia menilai keberhasilan pemberantasan narkotika hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, Badan Narkotika Nasional (BNN), aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, serta partisipasi aktif warga.
“Jangan pernah memberikan ruang bagi narkoba untuk merusak masa depan anak-anak kita. Mari kita bangun kepedulian bersama, saling mengingatkan, serta menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan produktif demi masa depan Kota Palangka Raya yang lebih baik,” tegasnya.
Fairid juga mengajak generasi muda untuk mengisi waktu dengan berbagai kegiatan positif, seperti pendidikan, olahraga, seni, kewirausahaan, dan aktivitas sosial yang mampu mengembangkan potensi diri sekaligus menjauhkan mereka dari penyalahgunaan narkotika.
Menutup pernyataannya, Fairid Naparin berharap semangat Hari Anti Narkotika Internasional 2026 tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi mampu melahirkan gerakan nyata yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Menurutnya, dengan komitmen bersama untuk memerangi narkoba, Palangka Raya dapat mencetak generasi yang unggul, berdaya saing, dan siap menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (pra)



