BeritaKESEHATANLife StyleMETROPOLIS

Gak Bisa Diam? Hati-hati, Bisa Jadi Anda Mengalami Kecanduan Stres!

KALTENG.CO-Pernahkah Anda merasa tidak nyaman saat situasi sedang tenang? Atau apakah Anda merasa harus selalu sibuk agar merasa “hidup”? Jika ya, Anda mungkin sedang terjebak dalam fenomena yang disebut psikologi kecanduan stres.

Banyak orang mengira stres adalah reaksi emosional sesaat. Namun, psikologi kecanduan stres mengungkap fakta yang lebih dalam: tubuh kita bisa menjadi “terbiasa” dan bahkan mendambakan hormon stres, meskipun pikiran sadar kita menolaknya. Tanda kecanduan stres sering kali muncul melalui kebiasaan tidak sehat yang tidak disadari, yang dipicu oleh kadar kortisol tinggi di dalam tubuh.

Ketika sistem saraf otonom tidak teratur akibat tekanan terus-menerus, seseorang dapat terjebak dalam kondisi stres kronis tanpa benar-benar menyadari betapa seriusnya kondisi tersebut. Tubuh Anda akan selalu merasakan dampak dari kortisol tinggi, meski pikiran sadar belum mengenali tanda kecanduan stres yang sedang terjadi.

Dilansir dari laman YourTango, berikut adalah tujuh kebiasaan tidak sehat yang menjadi tanda kecanduan stres akibat kortisol tinggi dan secara psikologi perlu kita kenali sejak dini.

7 Kebiasaan yang Menjadi Tanda Kecanduan Stres

1. Mengonsumsi Kafein Secara Berlebihan

Apakah Anda butuh bergelas-gelas kopi hanya untuk melewati hari? Ketika kortisol tinggi sudah menjadi “bahan bakar” harian, tubuh yang mulai lelah akan menuntut stimulan luar seperti kafein untuk mempertahankan level ketegangan tersebut. Ini adalah lingkaran setan yang merusak sistem saraf otonom Anda.

2. Memilih Makanan Tinggi Gula dan Lemak (Comfort Food)

Secara biologis, kortisol tinggi mengirimkan sinyal ke otak bahwa tubuh sedang dalam bahaya dan butuh energi cepat. Akibatnya, Anda akan sering mengalami craving atau ngidam makanan manis, asin, atau berlemak secara tidak sadar, bukan karena lapar, melainkan sebagai bentuk pelarian psikologis.

3. Doomscrolling dan Kecanduan Media Sosial

Menghabiskan waktu berjam-jam membaca berita negatif atau memantau media sosial sebelum tidur adalah tanda sistem saraf Anda sedang mencari stimulasi konstan. Otak yang kecanduan stres membutuhkan asupan informasi yang memicu kecemasan agar kadar kortisol tetap tinggi.

4. Menunda-nunda Pekerjaan (Procrastination)

Banyak pecandu stres yang sengaja menunda pekerjaan hingga mendekati tenggat waktu (deadline). Mengapa? Karena mereka membutuhkan kepanikan dan lonjakan adrenalin di menit-menit terakhir untuk memotivasi diri mereka agar bisa bergerak.

5. Mengisolasi Diri dari Lingkungan Sosial

Ketika tubuh kewalahan menghadapi stres kronis, energi sosial Anda akan terkuras habis. Anda mungkin mulai menolak ajakan kumpul, mengabaikan pesan teks, dan menarik diri karena merasa interaksi sosial membutuhkan usaha yang terlalu besar bagi sistem saraf yang sudah lelah.

6. Pola Tidur yang Berantakan

Kortisol memiliki ritme alami: tinggi di pagi hari dan turun di malam hari. Namun, psikologi kecanduan stres membuat hormon ini tetap melonjak di malam hari. Hasilnya adalah insomnia, terjaga di tengah malam, atau tidur yang tidak pernah terasa nyenyak.

7. Terlalu Berkomitmen (Overcommitting)

Mengatakan “ya” pada setiap permintaan, mengambil semua tanggung jawab, dan membuat jadwal harian yang super padat adalah bentuk pelarian. Pecandu stres menggunakan kesibukan ekstrem ini untuk menghindari momen hening, karena saat santai, kecemasan yang mendalam justru akan naik ke permukaan.

Mengapa Kita Bisa “Kecanduan” Stres?

Secara psikologis, saat kita mengalami stres, tubuh melepaskan campuran hormon kuat termasuk kortisol dan adrenalin. Bagi sebagian orang, lonjakan ini memberikan rasa fokus, kekuatan, dan urgensi yang mirip dengan efek adiksi.

Catatan Penting: Ketika sistem saraf otonom tidak teratur, kondisi “siaga” ini dianggap sebagai zona nyaman yang baru (new normal). Akibatnya, saat situasi tenang, tubuh justru merasa asing dan tidak aman, lalu secara tidak sadar mencari cara (lewat 7 kebiasaan di atas) untuk memicu kembali stres tersebut.

Cara Memutus Rantai Kecanduan Stres

Menyadari adalah langkah pertama. Jika Anda mengenali tanda-tanda di atas pada diri Anda, berikut beberapa langkah awal untuk memulihkan sistem saraf Anda:

  • Latihan Napas Dalam (Deep Breathing): Mengaktifkan saraf parasimpatis untuk menurunkan kortisol secara alami.

  • Detoks Digital: Batasi paparan layar, terutama 1 jam sebelum tidur.

  • Belajar Menolak: Batasi komitmen Anda dan jadwalkan waktu untuk “tidak melakukan apa-apa”.

Tubuh Anda tidak dirancang untuk hidup dalam mode bertahan hidup (survival mode) selamanya. Kenali tandanya sejak dini demi kesehatan mental dan fisik jangka panjang. (*/tur)

Related Articles

Back to top button