NasDem Kalteng Kritik Ilustrasi Tempo, Faridawaty: Kebebasan Pers Harus Beretika dan Bertanggung Jawab

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, menyampaikan pernyataan sikap terkait pemberitaan media yang dinilai tidak mencerminkan prinsip jurnalistik yang beretika. Dalam pernyataannya, Faridawaty menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi.
Partai NasDem, kata dia, menghormati kebebasan pers sebagai pilar demokrasi, namun kebebasan tersebut harus dijalankan dengan menjunjung tinggi akurasi, tanggung jawab, serta etika jurnalistik. “Kritik adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, kebebasan pers hendaknya tetap berpegang pada prinsip akurat, bertanggung jawab, dan sesuai dengan etika,” ujarnya belum lama ini.
Ia menilai, visualisasi yang ditampilkan oleh Tempo terhadap Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, tidak mencerminkan kritik yang konstruktif. Menurutnya, ilustrasi tersebut justru terkesan merendahkan martabat pribadi dan ketokohan Surya Paloh, serta berpotensi membentuk persepsi publik yang bias.
Faridawaty juga menyoroti bahwa media seharusnya mampu menyampaikan pesan yang kuat tanpa mengabaikan kepatutan. Ia menegaskan, kualitas sebuah media diuji ketika mampu menyajikan informasi yang tajam namun tetap menjunjung tinggi etika.
“Bapak Surya Paloh dan Partai NasDem terbuka terhadap kritik. Namun kritik yang disampaikan harus berbasis substansi, menghargai perbedaan pandangan, serta mencerminkan integritas, kesopanan, dan kedewasaan,” tegasnya.
Lebih lanjut, DPW Partai NasDem Kalteng menyatakan dukungan terhadap langkah partai dalam meminta pertanggungjawaban kepada Tempo atas konten yang dinilai merugikan. Selain itu, mereka juga mendukung upaya pelaporan kepada Dewan Pers guna menegakkan kode etik jurnalistik.
Tak hanya itu, Faridawaty menyebut pihaknya juga membuka kemungkinan langkah hukum terkait dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap Surya Paloh. “Langkah ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga marwah partai dan Ketua Umum, sekaligus memastikan praktik jurnalistik tetap berada pada koridor yang benar,” pungkasnya. (pra)



