Berita

Jelang Food Estate, Lahan Padi Dipanen

Image Image

PULANG PISAU, kalteng.co-Hamparan padi siap panen di wilayah food estate di panen sekaligus syukuran panen raya bersama Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dan Bupati Pulang Pisau (Pulpis) Edy Pratowo. Hamparan yang dipanen pada Sabtu (13/9) dilakukan di kelompok tani (Poktan) Margo Rukun dengan hamaparan seluas 70 hektar.
Pasca panen, gubernur dan bupati memberikan ruang tanya jawab kepada para petani di wilayah Desa Gadabung, Kecamatan Pandih Batu, Pulpis. Beberapa petani dan kepala desa menyampaikan keluhan berkenaan sertifikat lahan petani hingga rendahnya harga gabah yang dijual selama ini.
Menanggapi keluahan berkenaan seritifikat lahan petani, gubernur meyakinkan bahwa pihaknya sudah membentuk tim baik di Pulpis maupun di Kapuas. Pemerintah sudah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kalteng agar lahan-lahan petani mendapatkan sertifikat.
“Untuk pengembangan food estate ini, semua lahan yang akan dikerjakan harus klir. Bahwa daerah-daerah yang dikerjakan ini tidak ada masalah berkenaan dengan legalitasnya. Hak milik jelas,” katanya, Sabtu (12/9).
Diungkapkannya, berkenaan biaya administrasi sertifikat terebut, pihaknya juga menyebut petani tidak dipungut biaya. Lantaran, pemerintah sudah berkoordinas pula dengan Pemerintah Pusat dan akan dibantu pada Tahun 2021 mendatang.
“Untuk itu, saya minta kepada petani agar tidak menjual lahannya, lahan ini sudah puluhan tahun di garap, maka harus pula di jaga dan dikembangkan,” ungkapnya.
Sementara itu, berkenaan keluhan harga gabah dan benih padi yang mahal, pihaknya menyebut bahwa pemerintah daerah akan hadir untuk masalah benih padi agar dapat dikendalikan. Bahkan, lanjut dia, ke depan seluruh Kalimantan nanti pemenuhan benih padi berasal dari Bumi Tambun Bungai ini.
“Kami akan siapkan lahan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah baik Pulpis atau Kapuas nantinya, siapkan lahan untuk benih atau bibit, kami sudah sampaikan ke Pemerintah Pusat dan akan di bantu, sehingga benih padi nanti tidak mahal lagi,” beber Sugianto.
Sedangkan masalah harga, dengan adanya food estate ini, Presiden RI Joko Widodo telah memerintahkan bulog agar dapat membeli dengan harga yang baik. Apalagi nanti hasil produksi beras dengan alat-alat canggih dapat menghaslkan beras dengan kualitas baik sebagai penyangga pangan nasional.
Di tempat yang sama, Bupati Pulpis Edy Pratowo mengatakan, dengan adanya food estate ini harapannya dapat memberikan semangat dan motivasi bagi masyarakat Pulpis dan Kalteng secara umum agar program ini dapat diwujudkan dengan baik.
“Dulu memang lahan di sini (Pupis,red) dominan padi, seiring jalannya waktu menjadikan semangat baru bagi masyarakat sehingga ke depan Pulpis dapat mengembangkan produksi padi unggulan,” ucapnya.
Edy menyebut, nantinya produksi beras yang dihasilkan dapat keluar dengan merek sendiri. Misal saja, beras gadabung atau beras belanti siam. Tidak lagi menjual ke daerah lain dan beras tersebut mendapat merek dari daerah itu.
“Bahkan, dengan program itu nantinya akan ada industri hulu dan hilirnya di sini,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng mengatakan, berkenaan harga gabah yang murah, memang para pengepul gabah harus bersaing dengan pengepul lainnya. Harga beli mereka lebih tinggi dari harga pokok pemerintah, sementara bulog membeli berdasarkan HPP.
“Dengan food estate diharapkan sudah tidak ada lagi penjualan gabah tetapi beras dengan kualitas premium, karena pada kawasan tersebut dibangun sentra pelayanan pertanian padi terpadu SP3T,” bebernya.
Sedangkan, berkenaan harga penjualan beras sendiri nantinya akan dijual berdasarkan kualitas beras. (abw)

Image Image Image Image Image Image Image

Related Articles

Back to top button