BeritaNASIONALPENDIDIKANTechnoUtama

Tidak Lulus SBMPTN, Jurusan Cyber Security dan Teknologi Game Belum Ada di PTN

Cyber Security Di Bentuk atas Dasar Keprihatinan Banyak Perang Digital

”Yang utama dari program ini adalah lebih ke arah game desainer, tapi merancang sebuah permainan, banyak permainan yang cukup menggunakan pensil dan kertas.

Gambar Kiri Gambar Kanan

Bisa menciptakan sebuah moda permainan yang menarik, bisa di uji coba dengan kertas dan pensil, papan board game, dadu, jadi di ciptakan permainan fisiknya, baru itu di implementasikan (digital),” ujar Fredy.

Sementara itu, untuk jurusan Cyber Security di bentuk atas dasar keprihatinan bahwa di dunia itu sudah mulai banyak perang digital. Sebagai gambaran, di Amerika Serikat ada 30 ribu tentara cyber. Kemudian di Tiongkok ada 3 juta tentara cyber yang ketika di serang lewat digital, akan di antisipasi tim cyber security.

”Di Indonesia ketika 2015 masih sporadis dan personal, punya hacker yang baik yang membantu melacak situs negara yang di hack. Dengan semangat itu, kita mau membantu negara kita supaya kita punya tentara yang akan mengamankan itu semua, mengembangkan potensi anak muda ke arah yang lebih baik. Suatu saat polisi dan tentara juga kena serangan ada yang melawan,” ucap Fredy.

Prospek pekerjaan untuk game itu bermacam-macam. Mulai dari game programmer, itu ada interface programmer dan multimedia (video), ada gameplay designer, dan juga level desainer yang menciptakan level permainan. Dan ujung besarnya menjadi game publisher yang mengorbitkan game.

”Prospek Cyber ini banyak ya. Biasanya itu ada yang masuk itu entry level sebagai security tester, kayak audit jaringan, pura-pura jadi tamu, coba (tes jaringannya). Ada yang membuat aplikasi, ujungnya itu sampai CSO (chief security officer) di beberapa perusahaan multinasional itu punya karyawan,” kata Fredy. (tur)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button