Kalteng Dikepung Banjir, Gubernur Gerak Cepat Ambil Langkah

Pemprov Kalteng Telah Membeli Beras Dari Bulog Sebanyak 2.000 Ton
“Menyelesaikan masalah banjir tidak bisa di lakukan secara parsial sendiri-sendiri. Tapi harus mengawinkan satu pemahaman yang sama bagi semua pemangku kepentingan, baik Pemerintah pusat, Pemerintah provinsi dan Pemerintah kabupaten dan kota untuk berangkat dari nawaitu yang sama. Yaitu melahirkan satu kebijakan yang berpihak kepada rakyat, salah satunya kebijakan menyelematkan lingkungan dari kerusakan,” harap Sugianto.
Gubernur Sugianto Sabran telah menyampaikan instruksi harian kepada seluruh bupati dan wali kota khususnya bagi yang daerahnya terdampak banjir. Untuk tidak meninggalkan tempat atau ke luar kota, dan segera mengambil langkah dan tindakan untuk membantu masyarakat. Di antaranya menggunakan beras 100 ton yang ada di kabupaten dan kota dari Kementerian Sosial.

“Jangan menunggu warga kelaparan baru salurkan bantuan, stok menipis ajukan permohonan ke provinsi, dan gunakan dana BTT dalam penanganan bencana. Tidak kalah pentingnya sinergitas Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota. Dalam penanganan masalah kesehatan saat banjir, hingga pasca banjir,” tambah Sugianto.
Pihak provinsi pun telah mengambil langkah-langkah penanganan yang melibatkan kerja sama dengan TNI dan POLRI serta Kejaksaan Tinggi. Khususnya dalam pendistribusian bantuan ke daerah-daerah agar tepat sasaran dan tepat manfaat, serta hal terpenting adalah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pemprov Kalteng telah membeli beras dari Bulog sebanyak 2.000 ton untuk penanganan bencana di Kalteng khususnya dampak banjir. Selain beras tentu nanti akan di lengkapi bahan pokok lainnya. Bantuan ini harus sampai kepada masyarakat di titik tersulitpun. Bila perlu kita menggunakan helikopter Waterboom yang ada di Bandara Tjilik Riwut,” pungkas Gubernur Sugianto Sabran.(pra)



