Kelompok Agama Ajukan Capres Pemilu 2024, IPI: Gejala Munculnya Politik Identitas

KALTENG.CO – Pemilu dua periode terakhir cenderung di warnai politik identitas. Situasi itu sangat terasa pada Pemilu 2019. Nah, pada Pemilu 2024 hal itu perlu di waspadai dan jangan sampai terulang.
Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai, gejala politik identitas berpotensi kembali mewarnai dinamika politik 2024.
Hal itu berkaca pada jagad politik nasional di guncang oleh politik identitas selama satu dekade. “Kondisi itu di perparah dengan propaganda ala post-truth,” ungkap Karyono kepada wartawan, Selasa (21/12/2021).
Karyono mengatakan, saat ini ada pelbagai narasi yang menggiring opini ke dalam inkubator politik SARA bertebaran di ruang publik. Menurut dia, aroma politik identitas semakin menyengat belakangan ini ketika kelompok agama mulai menampakkan arah dukungan kepada sejumlah tokoh yang di gadang-gadang menjadi calon presiden 2024.
Klaim penilaian bahwa ada tokoh yang dekat dengan pemuka agam di angggap mewakili aspirasi kelompok tertentu di anggap sebagai pandangan yang terlalu subjektif.
“Klaim bahwa Sandiaga di anggap dekat ulama, pandangan tersebut terlalu subjektif. Penilaiannya tidak berdasarkan realitas objektif. Alasan dan pertimbangannya lebih menonjol kepentingan politik, kekuasan, dan sentimen kelompok yang di balut agama,” ujar Karyono.



