Komisi III DPRD Kota Palangka Raya Dorong Penguatan Program Kesehatan Ibu dan Anak

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, S.Pd., menegaskan bahwa penguatan program kesehatan ibu dan anak harus menjadi salah satu prioritas dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Menurutnya, pelayanan kesehatan yang optimal bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Sri Ani mengatakan, pemerintah daerah melalui instansi terkait perlu terus memperkuat pelayanan kesehatan dasar, mulai dari puskesmas, posyandu, hingga program pendampingan bagi ibu hamil dan balita. Selain itu, edukasi mengenai gizi, pola asuh, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin juga harus terus ditingkatkan agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak masa kehamilan.
“Program kesehatan ibu dan anak merupakan investasi bagi masa depan daerah. Apabila kesehatan ibu terjaga dan tumbuh kembang anak diperhatikan sejak dini, maka kita sedang mempersiapkan generasi yang sehat, produktif, dan mampu menjadi penerus pembangunan Kota Palangka Raya,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Politisi PKB tersebut juga menilai, bahwa upaya menurunkan angka stunting memerlukan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga keluarga. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga pada kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat dan memenuhi kebutuhan gizi anak.
Sebagai fungsi pengawasan DPRD, Komisi III akan terus mendorong agar pelaksanaan program kesehatan ibu dan anak berjalan efektif, tepat sasaran, serta didukung sarana dan prasarana yang memadai. Ia berharap setiap ibu dan anak di Kota Palangka Raya memperoleh akses pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa terkendala jarak, informasi, maupun fasilitas.
“Kami berharap seluruh program yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak dapat terus diperkuat, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kita optimistis kualitas kesehatan ibu dan anak di Kota Palangka Raya akan terus meningkat,” tutup Sri Ani Rintuh. (pra)



