Melalui Program Gayari, Pemkab Lamandau Bertekad Mengentaskan Kemiskinan

NANGA BULIK, Kalteng.co-Pemerintah Kabupaten Lamandau melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama tentang Implementasi Program Keluarga Berdaya Mandiri (GAYARI), Melalui Kegiatan Pemberdayaan Sosial secara Kolaborasi dan Terintegrasi Antar Organisasi Perangkat Daerah OPD di Kabupaten Lamandau.
Kegiatan ini dianggap penting dalam rangka mempercepat implementasi program Gayari di Kabupaten yang Berjuluk Bumi Bahaun Bakuba tersebut.
Bupati Lamandau H Hendra Lesmana dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Lamandau, Muhammad Irwansyah mengatakan, Gayari merupakan salah satu program yang digaungkan pemerintah daerah, dalam upaya untuk penanganan masalah kemiskinan melalui kegiatan pemberdayaan sosial yang partisipatif dan berorientasi pada kemandirian.
“Melalui kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen pemerintah Kabupaten Lamandau dalam rangka menekan angka kemiskinan di daerah,” ujar Sekda Lamandau M Irwansyah, disela-sela kegiatanya saat memimpin acara penandatanganan perjanjian kerja sama tentang Implementasi Program Gayari, di Aula Kantor Bupati Lamandau, Rabu (25/5/2022).
Sekda menjelaskan, sejauh ini sudah cukup banyak upaya yang dilakukan, diantaranya adalah memberikan penguatan kapasitas masyarakat tidak mampu melalui berbagai kegiatan seperti bantuan stimulan permodalan, hibah/bantuan peralatan sebagai penunjang usaha ekonomi mikro yang dijalankan dan berbagai kegiatan lain.
“Upaya ini tentu saja bertujuan untuk ketahanan dan peningkatan ekonomi khususnya bagi masyarakat kurang mampu,” jelasnya.
Sekda berpesan, agar tujuan dan keberhasilan program dapat dicapai, maka upaya ini seyogyanya dilaksanakan secara kolaboratif dan terintegrasi dari seluruh perangkat daerah yang memiliki kegiatan yang dapat dilaksanakan secara bersama-sama.
“Program penanganan kemiskinan melalui kegiatan pemberdayaan sosial bukanlah suatu program yang instan dan dapat langsung dirasakan manfaat dan hasilnya. Perlu komitmen dan konsistensi dari berbagai stakeholder untuk terus melaksanakan kegiatan sehingga kegiatan pemberdayaan sosial ini memberikan nilai yang signifikan pada penurunan angka kemiskinan khususnya di Kabupaten Lamandau,” pungkasnya. (lan)



