Mengurai Angka Pengangguran Tinggi di Katingan: Strategi Kolaboratif Menuju Kemandirian Ekonomi

KASONGAN, Kalteng.co-Angka pengangguran di Kabupaten Katingan masih menjadi pekerjaan rumah yang serius bagi pemerintah daerah. Situasi ini mendorong berbagai pihak untuk mencari solusi komprehensif, mengingat dampaknya yang luas terhadap kesejahteraan masyarakat.
Anggota DPRD Katingan, Budy Hermanto, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Katingan melalui instansi teknisnya diharapkan dapat menurunkan angka pengangguran ini.
Menurut Budy Hermanto, politisi dari Partai Gerindra, salah satu langkah konkret untuk mengatasi tingginya angka pengangguran di Katingan adalah dengan menjalin kerja sama yang erat dengan perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di wilayah Katingan. Kemitraan ini tidak hanya sebatas pada pemberian izin usaha, tetapi juga harus mencakup komitmen perusahaan untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal.
Selain itu, ia menekankan pentingnya membuka peluang usaha baru bagi warga Katingan melalui berbagai program kegiatan. Ini bisa berupa insentif bagi UMKM, pendampingan bisnis, atau bahkan fasilitasi akses permodalan bagi masyarakat yang ingin merintis usaha.
“Perbanyak kegiatan pelatihan. Ini penting, agar masyarakat bisa mandiri. Ini juga bagian dari usaha pemerintah membuka peluang usaha bagi masyarakat,” jelas Budy Hermanto, Rabu (28/5/2025).
Pentingnya Pelatihan Keterampilan dan Kemandirian
Budy Hermanto sangat mengapresiasi berbagai kegiatan pelatihan keterampilan usaha yang telah dilakukan selama ini. Ia melihat pelatihan semacam ini sebagai investasi jangka panjang yang krusial.
Dengan bekal keterampilan yang memadai, masyarakat memiliki kemampuan untuk membuka usaha secara mandiri, tidak lagi sepenuhnya bergantung pada lowongan pekerjaan yang terbatas.
Ini adalah kunci menuju kemandirian ekonomi, di mana masyarakat bisa menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri dan bahkan orang lain.
Pelatihan yang relevan dengan potensi lokal dan kebutuhan pasar kerja saat ini dapat menjadi jembatan bagi para pencari kerja untuk beralih menjadi pencipta kerja. Misalnya, pelatihan di sektor pertanian, kerajinan tangan, pariwisata, atau bahkan teknologi informasi yang sedang berkembang pesat.
Mengurangi Ketergantungan pada Sektor ASN
Wakil rakyat asal daerah pemilihan Katingan II ini juga memberikan pandangan realistis kepada masyarakat. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya menggantungkan harapan untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). “Jika mengandalkan untuk menjadi ASN, jumlah yang dibutuhkan sangat terbatas,” katanya.
Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Formasi ASN memang sangat terbatas dan tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja yang terus bertambah. Oleh karena itu, diversifikasi pilihan karir dan pengembangan potensi diri di luar sektor publik menjadi sangat penting. Mendorong jiwa kewirausahaan, minat untuk bekerja di sektor swasta, atau bahkan berinovasi menciptakan pekerjaan baru harus menjadi prioritas.
Langkah Strategis Menuju Katingan Mandiri
Mengatasi masalah pengangguran di Kabupaten Katingan memerlukan pendekatan multi-sektoral dan berkelanjutan. Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Katingan, dunia usaha, lembaga pendidikan dan pelatihan, serta partisipasi aktif masyarakat adalah kunci.
Dengan memperbanyak program pelatihan keterampilan yang relevan, membuka keran peluang usaha yang inklusif, dan membangun kesadaran akan pentingnya kemandirian ekonomi, diharapkan angka pengangguran di Katingan dapat ditekan secara signifikan.
Hal ini akan membawa Kabupaten Katingan menuju masa depan yang lebih sejahtera dan mandiri secara ekonomi. (eri)



