BeritaBusinessEkonomi BisnisLife StyleMETROPOLISNASIONALOPINI

Mixue

KETIKA sedang berjalan-jalan di salah satu kawasan di Jombang belum lama ini, pandangan saya tertuju pada satu tempat di deretan toko yang sedang dikerumuni anak-anak muda.

https://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.co

Jombang, adalah satu kota kecil di Jawa Timur, tempat saya lahir, dan menempuh pendidikan hingga SMA. Ternyata, tempat yang sedang banyak dikerumuni anak muda itu menjual ice cream. Belum lama buka. Nama ice cream-nya: Mixue.

Brand Mixue memang sedang menjadi topik pembicaraan akhir-akhir ini. Dalam setahun terakhir, mereka sangat agresif membuka cabang di kota-kota di seluruh Indonesia.

https://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.co

Tak kecuali kota kecil seperti Jombang. Di Jombang, hingga tulisan ini dibuat, baru ada dua outlet-nya. Dan hampir selalu ramai didatangi pembeli, yang kebanyakan adalah anak-anak dan kalangan ABG (anak baru gedhe).

Selain agresif membuka cabang, harga ice cream Mixue tergolong sangat murah, untuk ukuran ice cream impor, yakni dari China. Ada yang harganya per cup tak sampai Rp 10 ribu. Apalagi kemasan dan penampilan produknya yang juga menarik. Makanya, brand Mixue pun cepat direspon oleh pasar di negara-negara lain, termasuk di Indonesia.

Dikutip dari pandayoo.com (Panda!Yoo, situs online berbahasa Inggris yang cukup dikenal di China), hingga Maret 2021, Mixue telah memiliki 21.619 gerai di berbagai negara. Di kawasan ASEAN di antaranya tersebar di Vietnam, Thailand, Filipina, Singapura, dan Malaysia.

Gerai pertama Mixue di Indonesia berlokasi di Cihampelas, Bandung, dan mulai beroperasi pada 2020. Berdasarkan data Pandaily (2/1/2023), jumlah gerai Mixue di Indonesia per Maret 2022 mencapai 317 toko. Dan kini diperkirakan jumlahnya bertambah. Dengan jumlah gerai tersebut, Mixue dilaporkan meraih pendapatan operasional mencapai CNY 25.410.800, atau setara dengan Rp 57,2 miliar.

Banyaknya jumlah gerai yang dimiliki Mixue, menjadikannya sebagai salah satu perusahaan F&B dengan gerai franchise terbanyak di dunia, setelah McDonalds, Subway, Starbucks dan KFC.

Sejak didirikan pada 1997 oleh Zhang Hongchao (waktu itu masih berstatus sebagai mahasiswa), Mixue mengalami pertumbuhan yang cukup cepat sejak memutuskan untuk mulai membuka tawaran franchise pada 2007. Saat itu masih di dalam negeri China.

Setahun kemudian, terdaftar sebagai perusahaan, dan punya 180 cabang. Pada 2010, bekerja sama dengan Zhengzhou Baodao Trading Co., Ltd, membuka franchise di seluruh negeri China.

1 2 3Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button