BeritaNASIONALPOLITIKA

Partai Baru Muncul: Tanpa Oligarki dan Terinspirasi Anies, Apa Itu Partai Gerakan Rakyat?

KALTENG.CO-Dunia politik Indonesia menyambut kehadiran kekuatan baru. Melalui Rakernas I yang digelar pada Minggu (18/1/2026), organisasi kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Rakyat resmi mengumumkan transformasi besar mereka menjadi Partai Gerakan Rakyat.

Keputusan bersejarah ini tidak diambil secara sepihak, melainkan melalui proses demokratis modern menggunakan mekanisme digital e-musyawarah. Mayoritas anggota sepakat bahwa saatnya gerakan ini “naik kelas” menjadi instrumen politik formal guna membawa perubahan nyata bagi bangsa.

Sahrin Hamid Terpilih Sebagai Ketua Umum

Dalam rapat pleno yang dihadiri oleh 511 perwakilan dari seluruh penjuru Indonesia, Sahrin Hamid resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat. Terpilihnya Sahrin mencerminkan kesolidan struktur organisasi yang telah mengakar kuat dari tingkat pusat hingga ke daerah.

Dalam pidato perdananya, Sahrin menegaskan komitmen partai untuk menghadirkan warna baru di kancah politik nasional. Ia menyatakan bahwa Partai Gerakan Rakyat hadir untuk mendobrak gaya politik elitis yang selama ini dinilai menjauh dari aspirasi rakyat bawah.


Terinspirasi Visi Keadilan Anies Baswedan

Salah satu poin paling menarik dari kelahiran partai ini adalah keterkaitannya dengan sosok Anies Rasyid Baswedan. Sahrin Hamid mengungkapkan bahwa ideologi partai ini berakar kuat pada semangat keadilan sosial yang selama ini digaungkan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Anies Baswedan sendiri tercatat sebagai Anggota Kehormatan 001 sekaligus tokoh inspiratif bagi partai ini.

“Keadilan dan kesetaraan yang selama ini diperjuangkan oleh Anies Rasyid Baswedan secara personal, kini telah bertransformasi menjadi perjuangan institusional melalui Partai Gerakan Rakyat,” ujar Sahrin pada Minggu (18/1/2026).


Politik Mandiri: Melawan Dominasi Oligarki dan Dinasti

Partai Gerakan Rakyat mengusung model politik yang cukup langka di Indonesia: Kemandirian Finansial. Sejak tahun 2023, seluruh kegiatan organisasi diklaim murni berasal dari hasil patungan anggota (swadaya).

Langkah ini diambil untuk memastikan partai tetap independen dan tidak tersandera oleh kepentingan:

  1. Kekuatan Oligarki: Menolak ketergantungan pada pemodal besar.
  2. Politik Dinasti: Menekankan pada meritokrasi dan kerja kolektif.

Sebagai benteng integritas, setiap kader wajib mengamalkan Panca Dharma, yang terdiri dari:

  • Religiusitas
  • Nasionalisme Kerakyatan
  • Kersa Ksatria
  • Kasih Sayang
  • Integritas Moral

Langkah Selanjutnya: Fokus Verifikasi Pemilu

Pasca deklarasi, Partai Gerakan Rakyat tidak ingin membuang waktu. Sekretaris Jenderal, Muhammad Ridwan, menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah pemenuhan regulasi pendaftaran partai politik.

“Fokus utama partai saat ini adalah memenuhi seluruh regulasi agar dapat ditetapkan sebagai peserta pemilu,” ungkap Ridwan. Hal ini mencakup verifikasi faktual dan pemenuhan persyaratan administratif di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan visi keadilan sosial sebagai motor penggerak, Partai Gerakan Rakyat berambisi menjadi kendaraan politik yang inklusif bagi rakyat yang merindukan kesetaraan. (*/tur)

Related Articles

Back to top button