Pemko Palangka Raya Perkuat Transformasi Pendidikan untuk Generasi Unggul

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pemerintah Kota Palangka Raya menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menyampaikan, transformasi pendidikan melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) menjadi langkah strategis yang selaras dengan visi Asta Cita Presiden RI serta kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Pendidikan adalah kunci utama membangun masa depan daerah. Karena itu, semua pihak harus bersama-sama mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan di Palangka Raya,” ujar Fairid, Selasa(5/5/2025).
Menurutnya, kemajuan daerah tidak dapat dilepaskan dari kualitas pendidikan yang mampu membentuk generasi cerdas, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam mendukung hal tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya menetapkan lima pilar strategis pembangunan pendidikan. Pilar pertama adalah revitalisasi dan digitalisasi sekolah, guna memastikan ketersediaan sarana prasarana yang memadai serta optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
Pilar kedua menitikberatkan pada pemuliaan guru sebagai agen peradaban. Pemko memberikan dukungan melalui program beasiswa bagi guru yang belum berkualifikasi S1, serta peningkatan kesejahteraan melalui pemberian tunjangan secara tepat waktu.
Selanjutnya, pilar ketiga adalah penguatan karakter melalui penerapan budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di lingkungan sekolah. Upaya ini juga diiringi dengan penegasan komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan dan kekerasan, serta didukung program Makan Bergizi Gratis dan pembiasaan positif bagi peserta didik.
Pada pilar keempat, Pemko mendorong akselerasi literasi, numerasi, serta penguatan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) guna meningkatkan daya saing pelajar di tingkat nasional maupun internasional.
Adapun pilar kelima menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, dengan memastikan tidak ada anak yang terhambat mengenyam pendidikan akibat kendala biaya maupun akses. Perluasan layanan pendidikan, termasuk sekolah terbuka dan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, terus menjadi perhatian.
Fairid menambahkan, keberhasilan transformasi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia melalui penerapan 3M, yakni mindset maju, mental tangguh, dan misi yang berorientasi pada pengabdian kepada bangsa. (bam)



