Pemprov Kalteng Gencarkan Pembangunan Jalan, Wujudkan Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran terus menunjukkan komitmen kuat dalam membangun dan membenahi infrastruktur jalan sebagai tulang punggung konektivitas wilayah serta penggerak roda ekonomi daerah.
Upaya ini sejalan dengan visi besar “Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Bermartabat” yang di arahkan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Pembangunan infrastruktur menjadi pilar penting dalam meningkatkan pemerataan pembangunan, mendorong mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta menciptakan iklim investasi yang sehat dan berdaya saing.
Langkah strategis ini juga merupakan bentuk konkret implementasi salah satu poin Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yaitu melanjutkan pembangunan infrastruktur guna menciptakan lapangan kerja berkualitas dan memperkuat sektor ekonomi produktif di daerah.
Kolaborasi Selesaikan Jalan Rusak, Libatkan 24 PBS di Gunung Mas
Salah satu capaian signifikan adalah penanganan kerusakan jalan di ruas Palangka Raya – Gunung Mas, yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat. Pemerintah Provinsi Kalteng berhasil menginisiasi pendekatan kolaboratif yang melibatkan 24 Perusahaan Besar Swasta (PBS) di Kabupaten Gunung Mas. Para perusahaan tersebut sepakat membangun jalan hauling khusus untuk angkutan berat serta berkontribusi dalam pemeliharaan ruas jalan provinsi Bukit Liti–Bawan–Kuala Kurun.
Proyek Strategis di Berbagai Kabupaten
Selain Gunung Mas, peningkatan infrastruktur jalan juga di lakukan di sejumlah titik strategis lainnya, termasuk:
1. Ruas Bawan–Kuala Kurun,
2. Maliku–Bantanan,
3. Patung–Hayaping,
4. Sampit–Samuda,
5. Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama,
6. dan pembangunan Jalur Lintas Pulang Pisau–Bahaur sepanjang 15–20 kilometer.
Di Kota Sampit, pembangunan jalan lingkar luar selatan sepanjang 7,3 kilometer di arahkan untuk membuka akses menuju kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Ruas Palangka Raya–Kuala Kurun Jadi Prioritas 2025
Memasuki Tahun Anggaran 2025, ruas jalan Palangka Raya–Kuala Kurun di tetapkan sebagai salah satu prioritas utama. Perbaikan di lakukan secara bertahap dengan pengaspalan pada titik-titik krusial yang melintasi desa strategis seperti Pematang Limau, Tampelas, Kurun, Hurung, dan Pangi. Total panjang penanganan mencapai 8,111 kilometer dengan alokasi anggaran sebesar Rp82,09 miliar melalui tiga paket pekerjaan.
Gubernur H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa akses jalan yang baik akan mempercepat distribusi hasil pertanian, kehutanan, dan komoditas lokal lainnya, serta membuka ruang bagi tumbuhnya sentra-sentra ekonomi baru di pedalaman.
“Pemerataan pembangunan di mulai dari infrastruktur yang berkualitas,” tegas Gubernur saat Rapat Paripurna DPRD pada 5 Maret 2025 lalu.
Kebijakan Pembatasan Tonase dan Penindakan ODOL
Untuk menjaga daya tahan jalan yang telah di bangun, Gubernur juga menerapkan pembatasan tonase maksimal 10 ton bagi kendaraan perusahaan. Kebijakan ini telah di sepakati bersama pelaku usaha sebagai bentuk tanggung jawab bersama menjaga infrastruktur publik.
Pemprov Kalteng juga secara aktif menindak pelanggaran Over Dimension dan Over Loading (ODOL). Setidaknya 251 unit kendaraan perusahaan telah di tertibkan, mayoritas merupakan kendaraan berpelat luar daerah dengan muatan melebihi kapasitas.
Langkah Selaras Program Nasional
Kepala Dinas Perhubungan Kalteng, Yulindra Dedy, menyampaikan bahwa seluruh kebijakan Gubernur Kalteng telah sejalan dengan arahan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI serta Korlantas Polri.
“Apa yang di lakukan Gubernur Kalteng sangat relevan dengan program nasional. Penertiban terutama menyasar perusahaan yang mengangkut hasil sumber daya alam secara berlebihan dan melintasi jalan negara tanpa mempertimbangkan daya dukung infrastruktur,” jelasnya.
Mewujudkan Kalteng Tangguh dan Siap Sambut Indonesia Emas 2045
Seluruh langkah tersebut mencerminkan keseriusan Pemprov Kalteng dalam membangun infrastruktur jalan yang merata dan berkeadilan. Pembangunan ini tidak hanya memperlancar arus transportasi, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dari kota hingga pedesaan, serta memperkuat posisi Kalimantan Tengah sebagai provinsi yang tangguh, kompetitif, dan siap menyambut era Indonesia Emas 2045. (pra)
EDITOR : TOPAN




