BeritaNASIONALPOLITIKA

Pengunduran Diri Rahayu Saraswati dari DPR, Bentuk Tanggung Jawab atas Polemik Podcast?

KALTENG.CO-Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengambil langkah mengejutkan dengan menyatakan mundur dari jabatannya sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029.

Keputusan ini disampaikan melalui video di akun Instagram pribadinya pada Rabu malam (10/9/2025). Langkah ini diambil setelah pernyataan kontroversialnya dalam sebuah siniar (podcast) menimbulkan polemik dan menyakiti perasaan banyak pihak, terutama anak muda.

https://kalteng.co

Pengunduran diri ini menunjukkan sebuah sikap berani dan bertanggung jawab di tengah dunia politik yang sering kali menafikan kesalahan.


Kronologi Kontroversi dan Klarifikasi

Kontroversi bermula dari cuplikan pernyataan Sara, sapaan akrabnya, dalam podcast berjudul “Rahayu Saraswati Kupas Isu Perempuan hingga Kolaborasi Ekonomi Kreatif” yang tayang di kanal Antara TV pada 28 Februari 2025. Potongan video berdurasi lebih dari dua menit, tepatnya dari menit 25:37 hingga 27:40, menjadi viral dan memicu amarah publik.

Dalam video klarifikasinya, Sara menjelaskan bahwa pernyataannya tersebut sengaja diambil sepotong-sepotong oleh pihak tertentu untuk “menyalakan api amarah masyarakat”. Meskipun begitu, ia mengakui bahwa kata-katanya telah menyinggung banyak orang yang tengah berjuang.

“Tidak ada maksud maupun tujuan dari saya sama sekali untuk meremehkan bahkan merendahkan upaya dan usaha yang dilakukan oleh masyarakat, terutama anak-anak muda yang ingin berusaha tetapi menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan,” kata Sara dalam unggahannya.

Sebagai seorang pengusaha yang pernah mendirikan event organizer (EO) dan kini menjadi penasihat bagi beberapa startup, Sara menyatakan ia memahami betul sulitnya membangun usaha. Namun, ia juga sadar memiliki keistimewaan (privilege) yang tidak dimiliki banyak orang.

Pengakuan ini menunjukkan refleksi diri yang mendalam, mengakui posisi istimewanya dan bagaimana hal itu bisa memengaruhi cara pandangnya.


Perjuangan yang Tidak Berakhir

Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, keponakan Presiden Prabowo Subianto ini secara terbuka meminta maaf dan memilih untuk mundur dari kursi DPR. Ia berharap langkah ini dapat menjadi pelajaran bagi dirinya dan orang lain.

“Dengan ini, saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR RI kepada fraksi Partai Gerindra,” tegas Sara.

Meski demikian, ia memohon kesempatan untuk menyelesaikan satu tugas terakhir, yaitu pembahasan dan pengesahan RUU Kepariwisataan yang merupakan salah satu produk legislasi di Komisi VII. Keputusan ini menunjukkan komitmennya untuk tetap menyelesaikan tanggung jawab yang sudah diembannya, meskipun harus mengakhiri perjalanan politiknya di parlemen lebih cepat.

Pengunduran diri Rahayu Saraswati menjadi sorotan publik sebagai tindakan yang langka di dunia politik, di mana seorang pejabat berani mengakui kesalahan dan mundur dari jabatan.

Langkah ini diharapkan dapat membuka ruang diskusi yang lebih sehat tentang akuntabilitas publik dan pentingnya komunikasi yang bijak, terutama di era media sosial. (*/tur)

Related Articles

Back to top button