BeritaDISKOMINFO KALTENGDiskominfosantikDISKOMINFOSANTIK KALTENGPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Perkuat Tata Kelola Sawit Rakyat, Disbun Kalteng Gelar Bimtek Pendataan Berbasis Geospasial

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendataan Perkebunan Sawit Rakyat guna memperkuat sistem pendataan yang akurat, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah Rizky R. Badjuri melalui Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Acmad Sugianor menyampaikan bahwa penguatan pendataan sawit rakyat menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan sektor perkebunan yang berkelanjutan di Kalimantan Tengah.

“Perkebunan sawit rakyat memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah. Karena itu, diperlukan sistem pendataan yang akurat, terverifikasi, dan terintegrasi agar program pembangunan perkebunan dapat dilaksanakan secara efektif, tepat sasaran, serta mampu mendukung tata kelola sawit rakyat yang lebih modern dan berkelanjutan,” ujar Acmad saat kegiatan di Aula Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng.

Ia menjelaskan, pelaksanaan bimtek tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi dan kesiapan petugas pendataan di lapangan, khususnya dalam penggunaan perangkat pemetaan digital, pengumpulan data berbasis geospasial, hingga proses verifikasi dan validasi data sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Bimbingan teknis ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan petugas pendataan agar memiliki pemahaman teknis yang lebih baik dalam pelaksanaan pendataan perkebunan sawit rakyat. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu melaksanakan proses pendataan, verifikasi, dan validasi data secara profesional, akurat, serta sesuai standar,” ungkapnya.

Menurut Acmad, data perkebunan sawit rakyat yang berkualitas sangat diperlukan sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program pembangunan perkebunan yang tepat sasaran. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan perkebunan tidak hanya bergantung pada dukungan anggaran, tetapi juga komitmen dan sinergi seluruh pihak terkait.

“Keberhasilan pembangunan perkebunan tidak hanya ditentukan oleh dukungan anggaran, tetapi oleh komitmen, integritas, disiplin, profesionalisme, dan sinergi seluruh pihak yang terlibat,” tegasnya. Kegiatan bimtek tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Mei 2026, dan diikuti sebanyak 25 peserta dari kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah serta Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan keterampilan teknis dalam pengumpulan data, penggunaan aplikasi digital, pemetaan spasial, serta pemanfaatan teknologi geo-referensi dan citra satelit guna mendukung tata kelola perkebunan sawit rakyat yang modern dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.(bam)

Related Articles

Back to top button