Satu Warga Tersengat! Damkar Palangka Raya Evakuasi Sarang Tawon di Dekat Tempat Bermain Anak

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palangka Raya bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait keberadaan sarang tawon vespa yang dinilai membahayakan, Kamis (19/3/2026).
Sarang tawon tersebut ditemukan berada di ranting pohon asam mangga yang terletak di halaman antara dua deretan barak di Jalan Garuda I. Posisinya berada sekitar empat meter dari permukaan tanah dengan diameter sarang mencapai kurang lebih 45 sentimeter.

Keberadaan sarang itu sempat menimbulkan kepanikan warga setelah angin kencang membuat sarang bergoyang dan memicu kawanan tawon keluar secara agresif. Beberapa tawon bahkan masuk ke dalam warung yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi sarang.
Akibat kejadian tersebut, seorang warga yang berada di dalam warung sempat tersengat tawon. Beruntung, korban dilaporkan telah pulih dan tidak mengalami dampak serius dari sengatan tersebut.
Jafung Analis Kebakaran Ahli Muda Damkar Kota Palangka Raya, Sucipto, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat yang merasa terancam dengan keberadaan sarang tawon tersebut.
“Kami menerima laporan dari warga karena sarang tawon vespa ini berada di lokasi yang cukup aktif dilalui masyarakat, sehingga berpotensi membahayakan,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).
Ia menjelaskan, lokasi sarang yang berada tepat di area aktivitas warga, termasuk jalur keluar masuk barak dan tempat bermain anak-anak, menjadi perhatian serius tim Damkar.
“Di bawah pohon tersebut merupakan jalur aktivitas warga dan sering digunakan anak-anak untuk bermain, sehingga risiko sengatan sangat tinggi jika tidak segera ditangani,” jelasnya.
Proses evakuasi sarang tawon dilakukan oleh Regu 3 Tim Rescue Damkar dengan menggunakan peralatan pelindung lengkap. Petugas memastikan penanganan dilakukan secara hati-hati guna menghindari serangan tawon.
“Evakuasi kami lakukan dengan prosedur standar dan pengamanan maksimal, mengingat karakter tawon vespa yang cukup agresif saat merasa terancam,” katanya.
Sucipto menambahkan, proses penanganan sarang tawon tersebut berlangsung sekitar satu jam hingga akhirnya berhasil diamankan tanpa adanya korban tambahan.
“Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan lancar dan sarang berhasil kami amankan dalam waktu kurang lebih satu jam,” tambahnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan sarang tawon atau potensi bahaya serupa di lingkungan sekitar.
“Kami mengimbau warga untuk tidak mencoba menangani sendiri dan segera melaporkan ke Damkar agar bisa ditangani dengan aman dan profesional,” pungkasnya. (oiq)



