Potensi Perikanan Menjanjikan

Selain mempertahankan produksi perikanan, pihaknya juga melaksanakan beberapa program dalam rangka menyejahterakan nelayan maupun peternak ikan. Untuk nelayan, pihaknya memberikan asuransi Kalteng Berkah untuk memberi jaminan kepada nelayan yang mengalami kecelakaan kerja.
“Tidak hanya nelayan, kami juga melaksanakan program pelatihan terhadap perempuan di pesisir pantai, bagi para istri nelayan kami berikan pelatihan untuk mengelola hasil ikan tangkap menjadi produk olahan ikan,” beber pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepala BPBD Kalteng ini.
Selain menjamin kesejahteraan nelayan, pihak pemprov melalui Dislutkan Kalteng juga memberikan kesejahteraan bagi peternak ikan, berupa pemberian asuransi terhadap produksi ternak ikan. Ada perbedaan asuransi bagi nelayan dan peternak ikan.
Untuk nelayan, yang diasuransikan adalah orangnya. Sedangkan asuransi bagi peternak ikan yakni pada hasil budi daya. “Jadi apabila peternak ikan itu mengalami gagal panen atau kerugian, maka mereka dapat melakukan klaim kerugian,” ucapnya.
Ditambahkannya, hasil produksi ikan tambak maupun budi daya dipasarkan ke provinsi tetangga seperti Kalimantan Barat, selain untuk dikonsumsi masyarakat Kalteng sendiri.
“Kalteng juga mengekspor hasil produksi ikan ke luar negeri, seperti udang vaname dan ikan hias arwana,” pungkasnya.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perikanan Kota Palangka Raya Indriarti Rita Dewi membeberkan hasil produksi ikan di Kota Palangka Raya dalam rentan waktu dua tahun terakhir. Pada tahun 2019 lalu, produksi ikan mencapai 19.699,24 ton. Kemudian tahun berikutnya produksi mencapai 20.356.08 ton.
Jumlah itu berasal dari produksi ikan budi daya kolam sebesar 11.023.06 ton, karamba 9.328,85 ton, dan Kelompok Jaring Apung (KJA) 4,17 ton.



