
Selama Ini Tidak Ada Uji Plagiasi Di Masing-Masing Fakultas
Seluruh fakultas harus meningkatkan bandwidth, karena menjadi keperluan dalam proses belajar mengajar,” ujar Yetrie yang mengusung moto Bajenta Harati, UPR Bersinar. Program berikutnya adalah menerapkan standar nasional uji plagiasi. Selama ini tidak ada uji plagiasi di masing-masing fakultas. Bagaimana bisa mengevaluasi hasil karya skripsi dan tesis mahasiswa jika tidak ada uji plagiasi.
“Nanti akan di persiapkan di masing-masing fakultas untuk uji plagiasi ini. Karena Program Pascasarjana sejak 2019 sudah menerapkan uji plagiasi. Tahun 2019, uji plagiasi 30 persen, tahun 2022 berada di atas standar nasional 23 persen. Selain itu, karya mahasiswa wajib di masukan jurnal lokal dan jurnal internasional,” ujar Yetrie yang saat ini masih menjabat sebagai direktur Pascasarjana UPR.
Yetrie akan memprogramkan memperbesar anggaran penelitian dan pengabdian yang lebih besar dari saat ini. Karena Program Pascasarjana telah meanggarkan sendiri, tidak bergabung dengan LP3MPT. Itu bisa di laksanakan. “Kita akan mengadakan pengembangan program studi untuk memberikan income bagi perguruan tinggi.
Membuka program studi yang relevan dan banyak peminatnya, untuk memberikan input danadana bagi universitas,” ujar Yetrie. Menurutnya, pengembangan program studi baru ini telah di lakukan di Program Pascasarjana yang di pimpinnya. Yakni program studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota yang multidisiplin. Program ini sudah mulai penerimaan semester ini.




