BeritaLINTAS BORNEO

Puluhan Pohon Durian di Kalsel Menggering, Diduga Tercemar Limbah Tambang

Mati Lantaran Di Serang Hama

Di konfirmasi, PT Arutmin yang di wakili CDIA Supervisor Rahmat Syahputra mengatakan, begitu menerima surat Pak Nas, pihaknya langsung menurunkan ahli tanaman dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk mengambil sampel di lahan itu.

Uji laboratorium juga sudah. “Penunjukan ULM atas kesepakatan kedua belah pihak, tim itu juga bersifat independen,” ujarnya kemarin (10/10/2022).

Mengapa belum di sampaikan kepada pemilik kebun? Alasannya, tim dari ULM yang harus menyampaikan langsung. “Kami ingin hasil laboratorium di sampaikan tim ULM kepada Pak Nas secara langsung. Agar penyampaiannya tidak sepihak dari kami,” jelasnya.

Apa hasilnya? Dia menyebut Si Mungkal mati lantaran di serang hama. “Yang di dapat di lapangan karena terserang penyakit,” tegas Putra.

Diri nya pun meminta Pak Nas segera memberikan klarifikasi atas tuduhan sepihak ini. “Kami siap berdiskusi, duduk bersama beliau dan tim ULM,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Tanah Laut, Muhammad Faried Widyatmoko mengaku baru mendengar bahwa ada kebun durian warga yang mati.

Dia berjanji akan menurunkan tim ke lapangan untuk mengambil sampelnya.

Soal dugaan terdampak limbah tambang batu bara, Faried agak ragu. Sebab jaraknya dengan kebun itu lumayan jauh, sekitar 1,5 kilometer. “Tapi untuk faktualnya nanti kita lihat saja hasil pengecekan di lapangan,” pungkasnya. (*/tur)

Laman sebelumnya 1 2 3

Related Articles

Back to top button