RSUD Kapuas Jemput Bola Tabung Oksigen

Antisipasi Menipisnya Stok
TABUNG OKSIGEN: Ruangan tempat penyimpanan tabung oksigen yang berada di RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kapuas.
TABUNG OKSIGEN: Ruangan tempat penyimpanan tabung oksigen yang berada di RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kapuas./HUMAS

KUALA KAPUAS,KALTENG.CO – Ketersediaan oksigen di RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kapuas saat ini kondisinya sangat menipis. Hal ini dikarenakan pasokan dari produsen PT Samator selaku distributor oksigen yang ada di Banjarbaru sangat terbatas. Demikian disampaikan Direktur RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kapuas dr Agus Waluyo saat dijumpai langsung di Kuala Kapuas, Senin (2/8).
“Kebutuhan kita perhari berkisar 60-100 tabung gas, tergantung dengan kebutuhan oksigen yang diperlukan oleh pasien. Apabila semakin tinggi kebutuhan oksigen yang diperlukan oleh pasien dengan tekanan 10-15 LBM, maka kebutuhan oksigennya juga meningkat secara drastis,” jelasnya.
Saat ini, untuk mengantisipasi hal tersebut, dr Agus Waluyo menyebutkan pihaknya melakukan jemput bola dimana staf-staf RSUD secara langsung datang ke PT Samator, untuk antri mengambil oksigen. “Seperti yang baru-baru ini, pihak RSUD Kapuas antri selama 12 jam dan ternyata hanya mendapatkan 25 tabung, ini dikarenakan stok dari produsen yang terbatas, namun kita selalu berupaya agar stok oksigen di RSUD dapat selalu terpenuhi,” tuturnya.
Namun demikian lanjutnya, pihaknya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan sehingga kasus penularan Covid-19 di Kapuas semakin bisa ditekan. “Karena kasus Covid-19 selalu meningkat dan kebutuhan oksigen juga meningkat, sedangkan pasokan dari distributor menurun. Kami menghimbau kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan, sehingga tidak sampai terjadi yang namanya kekurangan oksigen,” tambahnya.
Direktur RSUD Kapuas itu pun juga mengungkapkan, untuk tabung oksigen ini digunakan bagi semua pasien. “Semua pasien yang memerlukan oksigen kita beri oksigen, hanya saja karena ketersediaannya terbatas, jadi kita harus melakukan efisiensi sedemikian rupa dalam memilah mana yang memang harus menggunakan oksigen dan mana yang masih bisa tanpa menggunakan oksigen,” ungkapnya. (hmskmf/ans)