Rupiah Terancam, Jika Penularan Covid-19 Menggila

Perdagangan nilai tukar mata uang Rupiah

JAKARTA,Kalteng.co – Perdagangan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih bergantung pada sentimen global dan risiko kenaikan kasus Covid-19. Mengutip kurs tengah Bank Indonesia (BI) posisi Rupiah saat ini berada di level 14.462 per dolar AS.

“Hari ini Rupiah berpotensi melemah ke arah resisten 14.480 dengan potensi support di kisaran 14.420,” kata analis pasar uang Ariston Tjendra, Jumat (25/6/2021).

Rupiah juga menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di Asia. Rupiah hanya lebih baik dari baht Thailand dan dolar Taiwan yang melemah 0,6% dan 0,49%. Sementara yen Jepang, won Korea Selatan, dan dolar Singapura berhasil menguat.

Baca Juga:  Pikap vs Innova, Dua Orang Kritis

Ariston menjelaskan, Minat pasar terhadap risiko sebenarnya sudah membaik pasca pengumuman kebijakan the Fed, selama beberapa hari belakangan ini. “Ini di indikasikan dengan penguatan sebagian indeks saham global,” imbuhnya.

Namun sentimen, kata dia, sentimen dalam negeri tampaknya masih akan menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Seperti di ketahui, kasus Covid-19 sangat tinggi dan menembus rekor baru setiap hari.

Baca Juga:  Jalur Kasongan-Kereng Pangi Kembali Lancar

“Kasus baru harian covid-19 di Indonesia sudah tembus di atas 20 ribu, level tertinggi selama pandemi ini,” tuturnya.

Menurutnya, perlu adanya pembatasan aktivitas yang lebih ketat untuk menekan laju penularan Covid-19. Sebab, pemulihan ekonomi nasional sangat bergantung pada pengendalian Covid-19.

“Bila kenaikannya masih bertahan sepekan ke depan dan ini tentu bisa menahan laju pemulihan ekonomi,” pungkasnya.(tur)