
Menurut dia, Rudy adalah kader senior sehingga sanksi yang diberikan lebih berat.
”Karena itu, kami jatuhkan sanksi peringatan keras dan terakhir kepada Saudara F.X. Rudyatmo. Saya serahkan ini untuk dilaksanakan,” tegas anggota Komisi II DPR itu.
Komar menyatakan, Rudy adalah teman seperjuangannya yang sama-sama sebagai kader senior. Walaupun demikian, dia harus tegas kepada semua kader yang melanggar.
Dia tidak akan pandang bulu agar semua kader dari Sabang sampai Merauke merasakan keadilan partai. ”Dalam posisi ini, saya harus tegas, saya tidak pandang bulu. Karena Anda (Rudy, Red) adalah teman perjuangan saya, bagian dari sejarah partai,” ungkapnya.
Sanksi kepada Rudy tersebut jauh lebih berat daripada sanksi untuk Ganjar yang hanya teguran lisan. Mengenai hal itu, Komar menjelaskan beberapa alasannya.
Pertama, kata dia, Rudy adalah kader senior di partai. Menurut dia, kader senior sekaliber Rudy seharusnya menjadi suri teladan bagi anggota partai lainnya.
Maka, jika ada pelanggaran yang dilakukan kader senior, sanksinya lebih berat. ”Itu risikonya sebagai kader senior. Dia harus jadi suri teladan bagi anggota partai,” bebernya.
Alasan berikutnya, lanjut dia, Rudy seharusnya tak boleh menyampaikan pernyataan dukungan terhadap calon presiden tertentu. Dalam hal ini tentu dukungan kepada Ganjar Pranowo. Sebab, pernyataan dukungan demikian hanya boleh dilakukan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Secara pribadi, kader boleh mendukung calon-calon yang ada, tapi tidak boleh mengungkapkannya. Kader hanya boleh menyiapkan barisan. ”Jika sudah diumumkan, semua kader harus melaksanakan keputusan itu,” tuturnya.



