BeritaHukum Dan Kriminal

Viral di TikTok, Aksi Catwalk Pria Feminin di Pasuk Kameloh, Masyarakat Palangka Raya Geram

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Sebuah video yang menampilkan aksi sejumlah pria berpenampilan feminin melakukan peragaan busana di kawasan Taman Pasuk Kameloh, Kota Palangka Raya, viral di media sosial dan menuai berbagai reaksi dari masyarakat.

Video tersebut beredar luas di platform TikTok dan memperlihatkan beberapa pria berjalan layaknya model atau melakukan “catwalk” di area terbuka taman yang berada di bawah Jembatan Kahayan, Sabtu (7/3/2026).

Aksi tersebut di sebut di lakukan oleh sekelompok pria yang menamakan diri mereka sebagai Diva Palangka Raya. Dalam rekaman video berdurasi singkat itu, para pria tersebut tampak berlenggak-lenggok dengan gaya menyerupai wanita di kawasan yang biasa di jadikan tempat wisata keluarga.

Viralnya video tersebut langsung memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah warga menilai aksi tersebut tidak pantas di lakukan di ruang publik yang di kenal sebagai salah satu ikon Kota Palangka Raya.

“Ini bukan soal kebebasan berekspresi, tapi soal etika di ruang publik. Pasuk Kameloh itu berada di samping rumah ibadah dan merupakan ikon kota, jadi harus di jaga marwahnya,” ujar Rayhan, Minggu (8/3/2026).

Sejumlah warga bahkan meminta pemerintah daerah serta aparat terkait untuk meningkatkan pengawasan di kawasan taman agar tidak di salahgunakan untuk konten yang di nilai melanggar norma kesopanan di masyarakat.

Terpisah, Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kalimantan Tengah, Widiya Kumalam turut menanggapi fenomena maraknya konten pria dengan gaya feminin yang beredar di media sosial.

Orang Tua Harus Hadir Sebagai Figur

Menurutnya, fenomena tersebut perlu menjadi perhatian khusus terutama bagi para orang tua dalam mengawasi penggunaan media sosial oleh anak-anak.

“Pengawasan orang tua tidak bisa lagi di lakukan dengan cara konvensional. Harus lebih intensif dan adaptif terhadap perkembangan media sosial yang saat ini sangat cepat,” ujarnya.

Ia menilai, paparan konten di media sosial dapat memengaruhi cara pandang serta perilaku anak jika tidak di sertai pendampingan yang tepat dari keluarga.

“Orang tua harus hadir sebagai figur yang tegas sekaligus pendidik yang tenang. Jangan menggunakan amarah, tetapi arahkan anak pada kegiatan positif seperti olahraga, seni, maupun aktivitas kreatif lainnya,” jelasnya.

Pentingnya literasi mengenai batasan perilaku serta pemahaman tentang norma sosial juga penting di berikan sejak dini agar anak memiliki pemahaman yang baik mengenai jati diri nya.

“Kesadaran orang tua menjadi kunci utama. Jika melihat indikasi perilaku yang menyimpang dari norma, sebaiknya segera di berikan edukasi dengan pendekatan yang bijak,” pungkasnya. (oiq)

Related Articles

Back to top button