Wafat Yesus Kristus Mengubah Hidup Manusia

Semua tidak sebanding dengan kasih Yesus diatas salib. Melalui Dia jalan salib yang jatuh bangun, berdiri lagi dan melanjutkan perjalanan karena cinta yang besar.
Mari berubah. Mungkinkan ibadah Jumat Agung hanya sebatas perayaan biasa belaka atau membuat semua putar haluan dan mentransformasikan serta berpikir kreatif dan makin empati, berubah menuju tujuan.
“Semoga wafat Tuhan mengubah kita semua. Sebab Jumat Agung adalah kisah keagungan Kasih Tuhan kepada umat manusia yang tiada batas. Kami juga menemukan Yesus dalam diri saudara-saudara kami. Yeusu wafat untuk menebus dosa manusia,”tambahnya.
Untuk melihat praktek dosa yang dilakukam, maka dapet ditukan disetiaj keseharian hidup. Tuhan Yesus dipermalukan, ditelanjangkan dan susalibkan dalam diri saudara saudara-saudara yang ada.
Pastor Kornel juga berterima kasih kepada tim covid-19 dan panitia Paskah Paroki YGB yang telah bekerja maksimal, sehingga umat dapat dengan tertib masuk dan mengikuti perayaan Jumat Agung dengan Hikmad, sejak awal hingga akhir.
Sebab Jumat Agung adalah hari Yesus Kristus wafat atas hukuman mati yang Ia terima di kayu salib, bukan karena kejahatan, melainkan memikul dosa umat manusia. Tiga hari berikutnya adalah Hari Paskah, yakni hari kebangkitan Yesus Kristus.
Sementara itu Pastor Paroki Katedral st Maria Palangka Raya RD Patrisius Alu Tampu pr mengatakan, kegiatan selama Tri Hari Paskah adalah Misa Paskah. Misa Kamis Putih, Penyembahan Salib, dan Vigili Paskah/Malam Paskah.
“Kamis Putih adalah malam Perjamuan malam terakhir Yesus dengan murid-muridnya. Hal yang paling penting ialah saling melayani dan mengasihi,” jelasnya.
Sementara Jumat Agung adalah melalui peristiwa sengsara dan wafat di Kayu Salib kita manusia dan dunia diselamatkan dari kematian kekal.



