Wagub Silaturahmi Dengan Ketum PP Persatuan Guru Nahdlatul Ulama

PERGUNU Mempunyai Sejarah Panjang
Dalam kesempatan tersebut pula KH. Asef Saifuddin Chalim di daulat menyampaikan tausiyah terkait dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H. Dalam uraiannya KH. Asep mengatakan bahwa keteladanan Nabi Muhammad masih relevan sepanjang zaman, meskipun zaman telah berubah dan berganti dari fase ke fase kehidupan umat manusia.
“Keteladanan Nabi Muhammad SAW, dari segala aspek, baik aspek kehidupan pribadi, sebagai pemimpin dan Rasul utusan Allah, tak lekang tergerus zaman, Dia tetap hidup menjadi inspirasi dalam umat manusia dalam hidup dan kehidupan,” ungkapnya.

Sebagai informasi PERGUNU mempunyai sejarah panjang sejak di rintis pada tahun 1952 sampai sekarang. Pada awalnya, organisasi ini di bentuk atas inisiatif para peserta Kongres Ma’arif se-Indonesia, yang antara lain memberikan mandat kepada Ma’arif Cabang Surabaya untuk menyiapkan pembentukannya.
Pada tanggal 1 Mei 1958, Ma’arif Cabang Surabaya berhasil membentuk Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU). Cabang Surabaya yang sekaligus sebagai kantor pusat organisasi tersebut. Kemudian, berdasarkan hasil Muktamar II PERGUNU, kedudukan kantor pusat di pindahkan ke Jakarta.
Selama periode 1958 sampai dengan akhir dekade 1960-an. Roda organisasi PERGUNU berjalan baik di tandai dengan berbagai prestasi. Antara lain: berhasil memperjuangkan sekitar 20.000 guru-guru NU di angkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) Kementerian Agama. (pra)



