Zhezhe Galuh Penuhi Undangan DAD, Siap Hapus Konten Bika Ambon Ci Mehong

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Polemik yang dipicu unggahan ulasan produk Bika Ambon oleh konten kreator asal Palangka Raya, Ernawati alias Zhezhe Galuh, menjadi perbincangan luas di media sosial dan memicu berbagai reaksi publik, persoalan tersebut kini ditengahi Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Palangka Raya.
Dalam pertemuan yang digelar, Senin (22/6/2026), Zhezhe menyatakan kesediaannya menghapus konten terkait sebagai bentuk itikad baik untuk meredam polemik dan menjaga keharmonisan antar pihak.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut atas pengaduan yang diajukan Ius Eka Praptani Asi terkait dugaan penghinaan dan pengancaman yang sempat menjadi sorotan publik di media sosial, buntut dari konten ulasan dari bika Ambon ci Mehong.
Selain membahas persoalan yang berkembang, DAD juga menggelar edukasi mengenai nilai-nilai Belom Bahadat sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap adat dan budaya Dayak.
Kegiatan itu dipimpin Ketua Harian DAD Kota Palangka Raya dan dihadiri Damang Kecamatan Pahandut, perwakilan Kecamatan Pahandut, Lurah Panarung, Babinsa, Bhabinkamtibmas, mantir adat, ketua RT, hingga unsur Bawi Dayak.
Dalam forum tersebut, Zhezhe Galuh diberikan kesempatan untuk menyampaikan klarifikasi terkait berbagai isu yang berkembang di media sosial.
Ia mengaku persoalan yang awalnya hanya berangkat dari satu konten kemudian berkembang ke berbagai arah hingga memunculkan beragam tanggapan di luar konteks unggahan yang dibuatnya.
“Masalahnya sudah melebar ke mana-mana. Banyak hal yang berkembang di luar dari apa yang saya buat dan hingga kini masih terus dipancing,” ujarnya.
Sebagai bentuk itikad baik, Zhezhe menyatakan kesediaannya untuk menghapus unggahan yang berkaitan dengan persoalan tersebut. Langkah itu diambil sebagai upaya meredam polemik sekaligus menghormati proses penyelesaian yang difasilitasi oleh DAD Kota Palangka Raya.
Tidak hanya itu, ia juga menyatakan siap menghadiri agenda lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Dalam agenda tersebut, DAD berencana melaksanakan prosesi tampung tawar sebagai simbol penyelesaian persoalan secara kekeluargaan serta mempererat hubungan antarpihak.
Sementara itu, Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengungkapkan, personel Polsek Pahandut hadir memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib sekaligus mempererat sinergi antara kepolisian, tokoh adat dan masyarakat.
“Polri mendukung setiap kegiatan yang bertujuan memperkuat nilai-nilai kearifan lokal, menjaga keharmonisan sosial, serta membangun kesadaran masyarakat untuk hidup berdampingan secara tertib dan damai,” ucapnya.
Diketahui, polemik ini bermula setelah Zhezhe Galuh mengunggah video ulasan terhadap produk Bika Ambon Ci Mehong yang dibelinya dalam sebuah bazar di Kota Palangka Raya.
Dalam konten tersebut, ia menyampaikan kritik terkait rasa produk yang menurutnya terasa asam. Unggahan itu kemudian viral dan memicu berbagai tanggapan dari warganet hingga akhirnya dimediasi oleh DAD Kota Palangka Raya. (oiq)



