BPJAMSOSTEK Sosialisasikan Penghargaan Paritrana Award

BPJAMSOSTEK palangka raya
PENGANUGERAHAN : Asisten III Kalteng Lies Fahimah didampingi Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Palangka Raya Budi Wahyudi menyerahkan uang pembinaan Paritrana Awrard 2020 di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Senin (15/11/2021).

PALANGKA RAYA, kalteng.co – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Palangka Raya menyelenggarakan sosialisasi tentang pelaksanaan pemberian penghargaan jaminan sosial ketenagakerjaan (Paritrana Award) Tahun 2021, di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Senin (15/11/2021).

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Palangka Raya Budi Wahyudi mengatakan, penghargaan Jamsostek Paritrana Award merupakan program pemerintah yang diinisiasi Kemenko PMK, Kemendagri, Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan. Dalam rangka memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha yang telah mendukung penuh implementasi program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Penghargaan ini merupakan tahun kelima, mulai Tahun 2017, 2021 menjadi edisi kelima. Pada dasarnya Paritrana berarti perlindungan yang diambil dari bahasa sansekerta,” katanya.

Berita Terkait……BPJAMSOSTEK Berkerjasama dengan Kejaksaan se-Kalteng

Budi menjelaskan, tujuan penganugerahan ini untuk meningkatkan peran pemerintah provinsi, kabupaten/kota dalam meningkatkan perlindungan Jamsostek. Selain itu juga meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan Jamsostek serta meningkatkan awareness dan citra positif pemerintah.

“Mewujudkan kehadiran negara bagi pekerja Indonesia sehingga meningkatkan kesejahteraan pekerja dan mencegah kemiskinan baru,” terangnya.

Ia menyebut, kandidat penghargaan ini diantaranya pemerintah provinsi dan kabupaten /kota, badan usaha skala besar, badan usaha skala menengah dan usaha kecil mikro. Untuk kriteria penilaian pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diantaranya regulasi, coverage dan wawancara.

“Untuk kriteria penilaian badan usaha skala besar dan menengah diantaranya kepatuhan, komitmen digitalisasi dan kepedulian jaminan sosial dan wawancara. Sedangkan untuk kriteria penilaian usaha kecil dan mikro (UKM) yakni kepatuhan dan kesadaran perlindungan jaminan sosial,” ucap Budi.

Sementara itu, Asisten III Kalteng Lies Fahimah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Pihaknya juga berterimakasih kepada badan pengelola jaminan sosial BPJS Ketenagkerjaan yang secara konsisten dan berkelanjutan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kalteng.

“Dalam rangka mewujudkan perlindungan paripurna demi kesejahteraan pekerja dan keluarganya,” tegasnya.

Menurutnya, saat ini kepesertaan non ASN pada program BPJS Ketenagakerjaan se-Kalteng mencapai 21.800 lebih. Pihaknya berharap, kabupaten yang belum memberikan perlindungan program jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) bagi pegawai non ASN atau tenaga honorer atau kontraknya, untuk segera berkoordinasi dengan Kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat.

“Guna pendaftaran kepesertaan program jaminan sosial tersebut,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Pelaku Usaha Herbal Berkat Uhat Kayu Kopi Copang, Heni Wijiastuti sebagai penerima penghargaan ini sangat bersyukur dan merasakan manfaat program di BPJAMSOSTEK.

“Saya tidak ingin ketika terjadi hal tidak diinginkan oleh karyawan saya dan mereka tidak memiliki jaminan apapun,” pungkasnya. (abw/b2,5)