Bye-bye Megatron! Megawati Resmi Tinggalkan Red Sparks, Bukilic Menyusul ke Eropa

KALTENG.CO-Megawati Hangestri membuat kejutan besar bagi penggemar voli Korea Selatan dan Indonesia. Usai tampil gemilang hingga membawa Red Sparks ke final V-League, pevoli berjuluk “Megatron” ini resmi meninggalkan klub asal Daejeon tersebut.
Tak hanya Megawati, tandemnya, Bukilic, juga dikabarkan akan hengkang ke Eropa. Keputusan ini dipicu oleh penolakan Megawati terhadap perpanjangan kontrak, memilih kembali ke Indonesia demi ibu yang sakit dan rencana pernikahan dengan atlet renang nasional, Dio Novandra.
Kepergian dua pemain asing andalan ini tentu menjadi pukulan telak bagi Red Sparks. Dengan demikian, dua pemain asing yang menjadi andalan utama tim asal Daejeon dalam dua musim terakhir kini resmi mengundurkan diri.
Tolak Kontrak Baru Demi Ibu dan Rencana Pernikahan
Dilansir dari SportSeoul, Megawati menolak tawaran perpanjangan kontrak dari Red Sparks. Pemain kelahiran Jember ini memilih untuk kembali ke Indonesia dan mempertimbangkan langkah kariernya selanjutnya di Tanah Air.
Salah satu alasan utama kepulangannya adalah keinginan untuk lebih banyak waktu bersama ibunya yang sedang sakit. Selain itu, Megawati juga memiliki rencana bahagia untuk menikah dengan sang kekasih, Dio Novandra, seorang atlet renang nasional Indonesia.
Megawati Buktikan Asia Quota Jadi Senjata Mematikan di V-League
Selama dua musim membela Red Sparks, Megawati berhasil membuktikan bahwa slot pemain Asia (Asia Quota) dapat menjadi senjata utama yang mematikan di kompetisi V-League.
Statistik mencengangkan menjadi bukti kontribusinya. Musim lalu, ia mencatatkan 736 poin dengan 44% attack success rate. Performa impresifnya terus meningkat di musim ini dengan torehan 802 poin dan 48% attack success rate.
“Demam Mega” Landa Korea Selatan
Kehadiran Megawati juga berhasil mencuri perhatian para penggemar voli di Indonesia, yang bahkan rela datang langsung ke Daejeon untuk menyaksikan aksinya. Fenomena “Demam Mega” pun melanda media sosial dan platform daring Red Sparks, dengan lonjakan pengikut drastis pada channel YouTube dan akun media sosial klub.
Performa Gemilang di Championship Series
Performa Megawati di babak championship series pun tak kalah memukau. Ia berhasil mencetak total 153 poin dalam lima pertandingan final. Kontribusinya menjadi salah satu alasan utama Red Sparks mampu memberikan perlawanan sengit hingga game kelima melawan tim bertabur bintang, Heungkuk Pink Spiders.
Pelatih Red Sparks: “Megawati Akan Dikenang dalam Sejarah V-League”
Pelatih Red Sparks, Koh Hee-jin, tak吝惜 pujian untuk Megawati. “Megawati adalah nama yang akan dikenang dalam sejarah V-League. Ia pemain yang hebat dan luar biasa,” ujarnya, mengakui betapa berharganya kontribusi pemain asal Indonesia tersebut.
Bukilic Pamit, Tinggalkan Lubang Besar di Skuad Red Sparks
Selain Megawati, Bukilic juga resmi mengucapkan pamit dari Red Sparks. Pemain asal Serbia yang berposisi sebagai opposite spiker ini sempat diubah posisinya menjadi outside hitter oleh Koh Hee-jin pada musim ini, sebuah keputusan yang terbukti jitu.
Bukilic tampil konsisten dengan 34,4% efektivitas receive dan memberikan kontribusi besar terutama saat Megawati mendapat penjagaan ketat dari lawan.
Tantangan Berat Menanti Red Sparks Musim Depan
Dengan kepergian dua pilar asingnya, Koh Hee-jin kini harus bekerja ekstra keras untuk membangun kembali kekuatan tim. Setelah berhasil finish di peringkat tiga musim reguler dan tampil gemilang hingga babak final, musim depan akan menjadi tantangan baru bagi Red Sparks.
Klub asal Daejeon ini harus segera mencari pengganti yang sepadan di slot pemain Asia (Asia Quota) dan pemain asing reguler, baik melalui jalur perekrutan bebas (FA) maupun melalui scouting internasional.
Kehilangan Megawati dan Bukilic bukan hanya sekadar kehilangan kekuatan ofensif, tetapi juga karakter dan semangat juang yang telah menyatukan tim dalam musim yang berat. Dengan kenangan indah yang ditinggalkan Megawati dan Bukilic, Red Sparks harus memulai lembaran baru untuk mengarungi kompetisi V-League musim depan. (*/tur)




