BeritaKESEHATANLife StyleMETROPOLIS

Waspada! Diet Tinggi Protein Ternyata Bisa Mengancam Fungsi Ginjal

KALTENG.CO-Protein sering kali disebut sebagai “pahlawan” dalam nutrisi harian. Zat ini bertanggung jawab penuh dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, menjaga massa otot agar tetap padat, hingga menjadi benteng utama bagi sistem kekebalan tubuh kita.

Secara struktural, protein terdiri dari deretan asam amino yang menjadi bahan baku utama pembentukan kulit, rambut, kuku, hingga organ dalam. Namun, sebagaimana prinsip kesehatan pada umumnya: apa pun yang berlebihan tidaklah baik.

Berapa Kebutuhan Protein yang Ideal?

Secara umum, orang dewasa sehat disarankan untuk mengonsumsi minimal 0,8 gram protein per kilogram berat badan setiap hari. Artinya, jika berat badan Anda 60 kg, Anda membutuhkan sekitar 48 gram protein harian.

Namun, angka ini bersifat dinamis. Atlet, lansia, atau individu dengan kondisi medis tertentu mungkin membutuhkan asupan yang lebih tinggi. Masalah baru muncul ketika kita mengonsumsi protein jauh melampaui batas yang mampu diolah oleh tubuh.

Melansir dari laman NDTV, berikut adalah lima bahaya kesehatan yang mengintai jika Anda mengonsumsi terlalu banyak protein:

1. Gangguan Fungsi Ginjal

Ginjal adalah organ yang bekerja keras menyaring limbah hasil metabolisme protein (nitrogen). Ketika asupan protein terlalu tinggi, ginjal dipaksa bekerja ekstra keras untuk membuang kelebihan nitrogen dan produk limbah lainnya. Dalam jangka panjang, beban kerja yang berlebihan ini dapat meningkatkan risiko batu ginjal atau memperburuk kondisi individu yang sudah memiliki gangguan fungsi ginjal.

2. Masalah Pencernaan dan Sembelit

Diet tinggi protein sering kali membuat seseorang mengabaikan asupan serat dari sayuran dan buah-buahan. Akibatnya, sistem pencernaan menjadi tidak lancar. Gejala yang paling sering dirasakan adalah perut kembung dan sembelit (susah buang air besar) karena usus kekurangan serat untuk mendorong sisa makanan.

3. Bau Mulut (Ketosis)

Mengonsumsi protein dalam jumlah besar sering kali dibarengi dengan pengurangan karbohidrat secara drastis. Kondisi ini memaksa tubuh masuk ke fase ketosis, di mana tubuh membakar lemak sebagai energi dan menghasilkan bahan kimia bernama keton. Keton inilah yang mengeluarkan aroma tidak sedap seperti aseton melalui napas Anda.

4. Risiko Penyakit Jantung

Bahaya ini biasanya muncul tergantung pada sumber protein yang dipilih. Jika Anda mendapatkan protein berlebih dari daging merah atau produk olahan susu tinggi lemak, maka asupan lemak jenuh dan kolesterol juga akan meningkat. Hal ini secara langsung berkontribusi pada penyumbatan pembuluh darah dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

5. Dehidrasi yang Tidak Disadari

Tubuh memerlukan lebih banyak air untuk membuang sisa-sisa metabolisme protein melalui urine. Semakin banyak protein yang Anda konsumsi, semakin banyak cairan yang dikeluarkan tubuh. Jika tidak diimbangi dengan minum air putih yang cukup, Anda akan lebih rentan mengalami dehidrasi kronis yang ditandai dengan rasa cepat lelah dan pusing.

Memenuhi kebutuhan protein adalah kewajiban untuk menjaga tubuh tetap bugar, namun keseimbangan adalah kunci utama. Pastikan Anda mendapatkan protein dari sumber yang variatif—seperti ikan, kacang-kacangan, telur, dan daging tanpa lemak—serta tetap mengonsumsi sayuran untuk menjaga keseimbangan nutrisi.

Jika Anda berencana meningkatkan asupan protein secara drastis untuk tujuan kebugaran, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli gizi agar sesuai dengan profil kesehatan Anda. (*/tur)

Related Articles

Back to top button